Perkiraan waktu membaca artikel ini: 7 minutes

RUANGANGKASA.COM – Tak terasa sudah memasuki bulan Maret 2021, dimana bulan Maret tahun lalu Covid-19 pertama kali masuk di Indonesia. Setahun sudah pandemi Covid-19 ini berlangsung, tapi meski begitu jangan bersedih, karena langit masih setia dengan berbagai fenomena yang indah untuk kita amati. Di bulan Maret ini, salah satunya di tanggal 14-15 akan terjadi puncak hujan meteor Gamma Normid dan juga akan ada Kampanye Earth Hour pada tanggal 27 Maret, yang mana akan ada kegiatan pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah maupun perkantoran selama satu jam. Berikut berbagai fenomena langit yang akan terjadi di bulan Maret tahun 2021 ini:

1. Tanggal 1-17 Maret 2021 : Tripel Konjungsi Merkurius – Jupiter – Saturnus

triple konjungsi merkurius-jupiter-saturnus
Tripel Konjungsi Merkurius-Jupiter-Saturnus. Sumber: Stellarium PC 0.24.0

Mulai awal Maret hingga 17 hari mendatang, Merkurius akan mengalami tripel konjungsi dengan Jupiter dan Saturnus. Mula-mula, sudut pisah Merkurius-Jupiter sebesar 2,78o kemudian semakin mengecil hingga ketika puncak konjungsi Merkurius-Jupiter, sudut pisahnya sebesar 0,41o. Beberapa hari setelahnya, Merkurius semakin menjauhi Jupiter.

Sementara itu, sudut pisah Jupiter-Saturnus secara gradual semakin membesar. Fenomena ini dapat disaksikan dari arah timur-tenggara ketika fajar astronomis (altitude Matahari -18o).

Kecerlangan Merkurius bervariasi antara +0,17 hingga -0,05. Sementara itu, kecerlangan Jupiter sedikit bervariasi antara -1,97 hingga -2,01; demikian halnya dengan Saturnus yang kecerlangannya antara +0,71 hingga +0,74.

2. Tanggal 10-12 Maret 2021 : Kuartet Konjungsi Bulan – Saturnus – Jupiter – Merkurius

Kuartet Konjungsi Bulan - Saturnus - Jupiter - Merkurius
Kuartet Konjungsi Bulan-Merkurius-Jupiter-Saturnus 10-12 Maret. Sumber: Stellarium PC 0.24.0

Konfigurasi ini juga disebut sebagai “Keris Langit” karena menyerupai keris yang mana pada tanggal 10 Maret mengarah ke nadir sedangkan pada tanggal 11 dan 12 Maret mengarah ke atas. Kejadian ini pernah terjadi juga selama tanggal 14-17 April 2020 dengan konfigurasi Bulan-Mars-Jupiter-Saturnus dan akan terulang kembali pada 25/28 April 2022 dan 4/7 Mei 2024.

Kecerlangan masing-masing planet sebagai berikut: Merkurius +0,02 hingga +0,01 ; Jupiter −1,99 hingga −2,00; Saturnus +0,73 hingga +0,74. Sedangkan kondisi Bulan sudah memasuki fase sabit akhir dengan iluminasi 12,7% dan kecerlangan −8,76 pada tanggal 10 Maret; iluminasi 6,7% dan kecerlangan −7,68 pada tanggal 11 Maret; dan iluminasi 2,5% dan kecerlangan −6,08 pada tanggal 12 Maret.

3. Tanggal 14 – 15 Maret 2021 : Puncak Hujan Meteor Gamma Normid

Hujan Meteor Gamma Normid
Hujan Meteor Gamma Normid. Sumber: Stellarium PC 0.24.0

Hujan meteor Gamma Normid adalah hujan meteor yang titk radian (titik awal kemunculan hujan meteor) terletak di konstelasi Norma, di antara kontelasi Scorpius dan Centaurus. Hujan meteor ini aktif sejak 25 Februari hingga 28 Maret. Puncaknya terjadi pada 14 Maret pukul 23.00 WIB atau 15 Maret pukul 00.00 WITA / 01.00 WIT.

Hujan meteor Gamma Normid dapat disaksikan sejak pukul 21.45 waktu setempat dari arah tenggara, kemudian berkulminasi pada pukul 04.00 keesokan harinya dari arah selatan dan tidak dapat disaksikan ketika fajar bahari berakhir.

Intensitas hujan meteor ini sekitar 4 meteor per jam. Tidak perlu menggunakan alat bantu apapun untuk mengamati hujan meteor ini.

4. Tanggal 19 Maret 2021 : Tripel Konjungsi Bulan – Mars – Aldebaran 

Tripel Konjungsi Bulan - Mars - Aldebaran 
Tripel Konjungsi Bulan-Mars-Aldebaran. Sumber: Stellarium PC 0.24.0

Puncak konjungsi Bulan-Mars terjadi pada tanggal 20 Maret pukul 02.18.52 WIB dengan sudut pisah 1,94°. Akan tetapi, Bulan dan Mars baru dapat disaksikan pada tanggal 19 Maret sejak akhir senja bahari (42 menit setelah terbenam Matahari) dari arah barat laut dengan ketinggian Bulan sebesar 45° dan sudut pisah 3,97°.

Bulan juga berkonjungsi dengan Aldebaran dengan sudut pisah 7,04° sehingga membentuk konjungsi segitiga antara Bulan, Mars dan Aldebaran. Ketampakan terakhir terjadi di arah barat-barat laut pada pukul 22.20 waktu setempat dengan sudut pisah Bulan-Mars sebesar 3,00° dan sudut pisah Bulan-Pleiades sebesar 6,18°. Berselang 20 menit kemudian, ketiga benda langit ini sudah berada di bawah ufuk.

5. Tanggal 20 Maret 2021 : Ekuinoks Maret

Orbit Bumi pada Empat Titik Musim.
Orbit Bumi pada Empat Titik Musim. Sumber: http://timeanddate.com

Ekuinoks Maret merupakan salah satu dari dua ekuinoks yang selalu terjadi setiap tahunnya. Ekuinoks Maret merupakan titik perpotongan ekliptika dan ekuator langit yang dilewati Matahari dalam perjalanan semu tahunan Matahari dari langit belahan Selatan menuju ke langit belahan Utara. Ekuinoks Maret dikenal juga sebagai Ekuinoks Musim Semi (vernal equinox) di belahan Utara dan Ekuinoks Musim Gugur (autumnal equinox) di belahan Selatan.

Jika ditinjau dari pengamat Tata Surya di luar Bumi, posisi sumbu rotasi Bumi tegak lurus terhadap arah sinar Matahari ke Bumi. Hal ini mengakibatkan batas siang-malam berimpit dengan garis bujur di setiap permukaan Bumi, sehingga panjang siang dan malam nyaris sama (walau kenyataannya tidak tepat 12 jam karena dipengaruhi oleh refraksi atmosfer).

Tahun ini, Ekuinoks Maret terjadi pada tanggal 20 Maret pukul 16.37.25 WIB / 17.37.25 WITA / 18.37.25 WIT. Bagi pengamat yang berada di garis katulistiwa, kalian akan mendapat Matahari akan tepat di atas kepala ketika tengah hari. Sedangkan untuk tempat yang lain, Matahari akan condong ke Utara atau Selatan sejauh lintang tempat kalian berada. Tidak hanya itu, ketika ekuinoks, Matahari akan terbit nyaris tepat di arah Timur dan terbenam nyaris tepat di arah Barat. Hal ini karena perpotongan ekuator langit dengan horizon (ufuk) adalah titik Barat dan Timur tempat kalian mengamati Matahari.

6. Tanggal 26 Maret 2021 : Konjungsi Superior Venus

Konjungsi Superior Venus
Konjungsi Superior Venus 26 Maret 2021. Sumber: Live Star Chart by Alcyone Software

Konjungsi superior Venus adalah waktu ketika Venus, Matahari dan Bumi berada pada satu garis lurus. Ketika Venus membelakangi Matahari dan Bumi, maka seluruh cahaya dari Matahari dipantulkan Venus ke Bumi sehingga Venus seluruhnya bercahaya seperti pada fase Bulan Purnama.

Akan tetapi, Venus memiliki jarak terjauh dari Bumi sehingga sudut diameter Venus akan lebih kecil dibandingkan waktu-waktu lainnya. Dengan kata lain, Venus akan tampak lebih redup dibandingkan waktu-waktu lainnya. Konjungsi superior menandai pergantian ketampakan Venus yang semula dapat terlihat ketika fajar, berubah menjadi ketika senja.

Puncak konjungsi superior Venus terjadi pada pukul 14.16 WIB / 15.16 WITA / 16.16 WIT dengan sudut pisah sebesar 1,35o dengan Matahari dan berjarak 1,723 sa (257.761.000 km) dari Bumi. Jika Venus dapat diamati, lebar sudutnya hanya 9,76 detik busur dengan kecerlangan -3,91.

Konjungsi superior Venus terjadi setiap 584 hari sekali, terakhir terjadi pada 14 Agustus 2019 dan akan terjadi kembali pada 23 Oktober 2022, 4 Juni 2024 dan 6 Januari 2026.

7. Tanggal 27 Maret 2021 : Kampanye Earth Hour

earth-hour-logo
Logo Earth Hour dan WWF

Kampanye Earth Hour adalah kegiatan global yang diadakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) pada hari Sabtu terakhir di bulan Maret setiap tahunnya. Tahun ini, Earth Hour dilaksanakan pada tanggal 27 Maret. Kegiatan ini pertama kali dilakukan pada tahun 2007 dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim. Kegiantan ini berupa pemadaman lampu yang tidak diperlukan bauk di rumah maupun perkantoran selama satu jam dari pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat.

Meskipun kampanye ini memiliki tujuan berbeda dengan kampanye langit malam gelap, akan tetapi, kampanye Earth Hour dapat dilakukan juga bersamaan dengan kampanye langit malam gelap, dengan harapan masyarakat dapat lebih sadar tentang pentingnya langit malam gelap bagi kehidupan sehari-hari, selain dengan mengenalkan rasi bintang maupun galaksi yang tidak pernah terlihat dengan mata kepala dikarenakan polusi cahaya, juga dapat menjaga ekosistem biota laut yang hidup secara nokturnal.

8. Tanggal 27-28 Maret 2021 : Oposisi Solar Makemake

Oposisi Solar Makemake
Citra Planet Katai Makemake. Kredit: Hubble Space Telescope NASA

Makemake (atau 136472 Makemake, 2005 FY9) adalah planet kerdil transneptunus di Tata Surya yang terletak di sabuk Kuiper. Planet katai ini berukuran sekitar tiga per empat Pluto dan mengorbit Matahari selama 306 hari. Sejak awal ditemukan di tanggal 31 Maret 2005, Makemake tidak memiliki satelit. Akan tetapi, sejak April 2015, Makemake diketahui memiliki satelit yang dinamakan MK2 atau S/2015 (136472) 1 yang dipotret melalui teleskop luar angkasa Hubble. Rata-rata suhu yang sangat rendah (sekitar 30 K) di planet tersebut menunjukkan bahwa lapisan Makemake terdiri dari metana, etana dan kemungkinan es nitrogen. Nama Makemake berasal dari nama dewa pencipta dan kesuburan di Pulau Paskah.

Makemake akan mengalami oposisi solar pada 27 Maret pukul 21.47 WIB dengan jarak 51,72 sa (7,74 milyar km) dan terletak di konstelasi Coma Berenices. Oposisi solar adalah konfigurasi dimana objek berada di sisi yang berlawanan dengan Matahari, sebagaimana ketika fase Bulan purnama. Konfigurasi ini membuat Makemake akan tampak lebih terang jika diamati dari Bumi karena berjarak lebih dekat dengan Bumi. Kecerlangan maksimumnya +17,15.

Meskipun demikian, Makemake cukup jauh dari Bumi sehingga hanya tampak seperti setitik bintang dan hanya dapat diamati menggunakan teleskop seperti Hubble. Ketampakan Makemake dimulai sejak pukul 20.30 waktu setempat dari arah timur laut, berkulminasi keesokan harinya (28 Maret) pada pukul 00.50 waktu setempat di arah utara dan terbenam pukul 05.00 waktu setempat di arah barat laut. Oposisi solar Makemake terjadi setiap 366-367 hari sekali.

9. Tanggal 28-29 Maret 2021 : Fase Bulan Purnama

Fase Bulan Purnama
Fase Bulan Purnama 29 Maret 2021. Sumber: Live Star Chart by Alcyone Software

Fase Bulan purnama, atau disebut juga fase oposisi solar Bulan, adalah konfigurasi ketika Bulan terletak membelakangi Matahari dan segaris dengan Bumi dan Matahari. Mengingat orbit Bulan yang membentuk sudut 5,1° terhadap ekliptika, Bulan tidak selalu memasuki bayangan Bumi ketika fase Bulan purnama, sehingga setiap fase Bulan purnama tidak selalu beriringan dengan gerhana Bulan.

Fase Bulan purnama di Maret 2021 ini terjadi pada 29 Maret pukul 01.47.54 WIB / 02.47.54 WITA / 03.47.54 WIT dengan jarak 362.173 km dari Bumi (geosentrik) dan terletak di konstelasi Virgo. Secara tradisional, Bulan purnama di bulan Februari disebut juga Bulan Purnama Cacing (Full Worm Moon) karena di belahan utara Bumi, cacing muncul ke permukaan tanah ketika cuaca sudah menghangat pertanda berakhirnya musim dingin dan memasuki musim semi.

Bulan purnama dapat disaksikan pada malam sebelumnya (28 Maret) sekitar pukul 17.45 waktu setempat dari arah timur, kemudian berkulminasi keesokan harinya (29 Maret) sekitar tengah malam di sekitar zenit dan terbenam setelah Matahari terbit sekitar pukul 06.30 waktu setempat di arah barat.

Nah, itulah tadi berbagai fenomena langit yang akan terjadi di bulan Maret 2021 ini, jangan lupa catat tanggalnya ya, selamat mengamati.

 

*Diolah dari berbagai sumber

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini