Perkiraan waktu membaca artikel ini: 3 minutes

RUANGANGKASA.COM –  Maret 1965, di usianya yang ke- 30 tahun, kosmonot Uni Soviet, Alexei Leonov mengukir sejarah dengan melakukan perjalanan pertama di luar angkasa. Saat itu, Leonov menghabiskan 12 menit di luar pesawat luar angkasa selama misi Voskhod 2 Uni Soviet bersama kawannya Pavel Belayev. Namun perjalanan kosmonot ini harus berakhir saat Leonov meninggal pada Jumat, 11 Oktober 2019. Dia berpulang karena menderita sakit dalam jangka waktu lama. “Agak tepat bahwa Leonov meninggalkan kami pada hari perjalanan di luar angkasa,” ujar Luca Parmitano dari Badan Antariksa Eropa (ESA). Luca mengungkapkan, perjalanan selama 12 menit di luar wahana antariksa Voskhod 2 lebih dari setengah abad yang lalu memulai perjalanan luar angkasa manusia. Dilansir dari laman Space.com, selain itu, Leonov juga memerintahkan kerja sama antara pesawat ruang angkasa Soyuz pada misi Proyek Uji Apollo-Soyuz.

Misi ini merupakan kerja sama bersejarah antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet pertama. Hal ini juga menandai kerja sama internasional pertama di luar angkasa. “Sebagai manusia pertama yang berjalan di luar angkasa pada 18 Maret 1965 dan menjadi komandan Soyuz 10 tahun kemudian, ia melahirkan kerja sama antariksa manusia yang berkembang pesat hari ini” ujar astronot NASA, Jessica Meir. Meir menambahkan, Leonov merupakan salah satu perintis dalam wahana luar angkasa manusia.

Alexei Leonov lahir di Listvyanka di Altai, Siberia pada 30 Mei 1934. Ia lulus dari Soviet Air Force Academy of Arts di Riga lalu kemudian mengukuti pendidikan persiapan pilot di Kremenchug. Menurut laman New Mexico Museum of Space History, pada tahun 1957, ia lulus dengan pujian dari Sekolah Tinggi Angkatan Udara Chuguyev dan pada 1968 lulus dari Akademi Teknik Angkatan Udara Zhukovskiy. Karir di bidang penerbangan Leonov semakin meningkat saat ia terpilih menjadi satu dari 20 kosmonot untuk program luar angkasa Uni Soviet pada tahun 1960. Adapun penerbangan pertamanya adalah misi Voskhod 2 pada 18 Maret 1965. Pada misi itu, Pavel Belyayev memimpin penerbangan selama 26 jam sedangan Leonov bertugas sebagai pilotnya. Penerbangan tersebut mencatatkan namanya dalam sejarah. Sembilan puluh menit setelah peluncuran, Leonov menjadi orang pertama yang mengambang bebas di luar angkasa. Dia keluar dari kapsul Voskhod selama 10 menit dan mengambang di atas bumi. Namun ketika ia berusaha untuk kembali ke kapsul, Leonov merasakan perbedaan tekanan antara udara di luar jas luar angkasa dengan ruang hampa udara. Hal tersebut membuat jari-jarinya menjadi kaku. Akhirnya setelah berusaha megeluarkan udara dari setelan luar angkasanya, ia pun berhasil masuk kembali ke dalam kapsul dan mengakhiri petualangannya.

Perjalanan luar angkasa tersebut belum berakhir. Di dalam pesawat, komputer internal untuk Voskhod tidak dapat berfungsi. Selain itu, kapsul mendarat lebih dari 965 kilometer dari lokasi pendaratan yang seharusnya di Pegunungan Ural. Akibatnya, dua kosmonot tersebut harus menunggu tim penyelamat selama dua hari dua malam di hutan belantara sebelum akhirnya diselamatkan.

Menerima Penghargaan

 

Setelah berhasil menyelesaikan misinya, Leonov dianugerahi gelar Pahlawan Uni Soviet dan diangkat menjadi wakil komandan tim konsmonot. Dia bertuga mengajari kosmonot lain cara melakukan kegiatan di luar pesawat. Dia juga bekerja untuk program pendaratan bulan Soviet. Sedianya, Leonov ditunjuk sebagai pemimpin misi bukan berawak pertama dari Soviet. Namun upaya ini gagal saat AS berhasil mendaratkan Apollo 11 di satelit bumi itu tersebut pada tahun 1969. Setelah itu, Leonov memulai pelatihan untuk proyek stasiun ruang angkasa Salyut.Pada tahun 1971, Leonov ditugaskan untuk misi Salyut 1, tetapi ia dan krunya digantikan ketika co-pilot Valery Kubasov jatuh sakit. Sepuluh tahun setelah misi Voskhod, Leonov kembali ke luar angkasa sebagai komandan misi Soyuz 19. Misi ini merupakan proyek gabungan Soviet dan AS yang dikenal dengan nama Proyek Uji Apollo-Soyuz (ASTP) di AS. Selain mempelajari tentang seluk beluk luar angkasa di negeri Paman Sam, Leonov juga mempelajari bahasa Inggris. Sikap hangatnya kepada dunia barat mampu memenangkan hati masyarakat setempat dan mengubah persepsi barat tentang kosmonot Soviet kala itu.

Kemudian pada 15 Juli 1975, Leonov dan Valery Kubasov berada di atas kapal Soyuz 19 ketika pesawat itu lepas landas dari Baikanor Cosmodrome di Kazakhstan. Pada hari yang sama, AS meluncurkan Apollo dari Kennedy Space Center, Florida. Selang dua hari kemudian, kedua pesawat ruang angkasa tersebut merapat dan memungkinkan para kru untuk bertukar tempat dan melakukan kegiatan seremonial bersama. Leonov berada di pihak Amerika selama lima jam dan 43 menit, sementara Kubasov menghabiskan empat jam dan 57 menit dalam modul perintah dan docking. Setelah merapat selama hampir 44 jam, kedua pesawat kemudian berpisah. Lalu setelah menyelesaikan misinya tersebut, Leonov kembali ke bumi pada 21 Juli 1975.

Pendaratan Soyuz 19 ini sekaligus mengakhirir karir Leonov di luar angkasa. Dia mencatatkan total 7,02 hari di luar angkasa pada dua penerbangannya. Dari 1976 hingga 1982, Leonov ditugaskan menjadi komandan tim kosmonot, dan wakil direktur Pusat Pelatihan Kosmonot Yuri Gagarin. Dia pensiun dari dinas pemerintahan pada tahun 1991 dengan pangkat Mayor Jenderal di Angkatan Udara Soviet. Atas berbagai jasanya ia dianugerahi berbagai penghargaan. Bahkan ia juga dianugerahi penghargaan Orde Lenin dan Orde Bintang Merah. Sayangnya butuh dua dekade dan jatuhnya Uni Soviet sebelum astronot dan kosmonot dapat bekerja sama di luar angkasa lagi.

 

*diolah dari berbagai sumber

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini