Perkiraan waktu membaca artikel ini: 5 minutes

RUANGANGKASA.COM – Salah satu keindahan langit malam adalah bentangan galaksi Bimasakti. Bentangan galaksi Bimasakti juga merupakan objek favorit bagi para astrofotografer, karena keindhannya yang memukau sekaligus lebih mudah untuk di foto. Lantas, pernahkah Anda sebelumnya mencoba untuk mengamati atau bahkan memotret bentangan galaksi Bimasakti? Kali ini ruangangkasa.com akan membahas cara terbaik bagi Anda yang ingin dapat melihat bentangan galaksi Bimasakti.

Photo by Klemen Vrankar on Unsplash

Sebelum masuk ke pembahasan, sudah tahukah Anda mengapa kita dapat melihat bentangan galaksi Bimasakti? Atau justru kamu termasuk orang yang heran mengapa kita bisa melihat Bimasakti padahal kita berada di dalamnya? Jawabannya sangat sederhana: Kita dapat melihat bentangan galaksi Bimasakti, karena kita berada di dalamnya. Bimasakti merupakan galaksi spiral dengan beberapa lengan, Matahari dan tata surya kita berada di salah satu lengannya yang bernama lengan Orion. Bentangan galaksi Bimasakti yang kita lihat di langit malam itu adalah bagian dari cakram spiral galaksi Bimasakti. Dari bentangan ini, kita bisa tahu deh kalau Bimasakti adalah galaksi yang pipih. Justru yang seharusnya mengherankan adalah berpikir kalau kita tidak bisa melihat bentangan Bimasakti, padahal kita berada di dalamnya.

Baca juga: Mengenal Galaksi Bimasakti

Agar dapat mengamati bentangan galaksi Bimasakti sendiri rupanya bukan hal yang mudah, terlebih lagi jika Anda tinggal di daerah kota besar yang gemerlap lampu di malam harinya sudah menjadi polusi cahaya yang begitu berlebihan. Lantas, bagaimana agar orang-orang di kota bisa juga melihat bentangan galaksi Bimasakti?

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menemukan waktu pengamatan terbaik tiap tahunnya

Menjadi rumah bagi sekitar 400 miliar bintang, galaksi Bimasakti adalah jenis galaksi spiral berpalang yang berdiameter 100.000 tahun cahaya. Walau kelihatannya galaksi kita ini sangat besar, nyatanya kita hanya bisa melihat bentangan Bimasakti dari bulan April hingga Oktober setiap tahunnya, dengan sisa bulan lainnya adalah momen di mana Bimasakti terbit bersama Matahari, sehingga tidak teramati.

Bentangan Bimasakti, dalam hal ini adalah rasi bintang Sagitarius dan Skorpius di mana letak inti galaksi adalah di sana, terbit di arah tenggara, lalu bergerak semu melintasi zenith, hingga akhirnya terbenam di barat daya. Iya, Bimasakti tidak diam saja di langit. Karena rotasi Bumi, Bimasakti juga terbit dan terbenam.

Visibilitas Bimasakti dari bulan ke bulan:

  • Mulai dari pertengahan Februari, inti Bimasakti akan terbit sesaat sebelum Matahari terbit. Satu-satunya cara untuk melihat Bimasakti pada bulan Februari adalah bangun jam 3-4 pagi. Sayangnya, Februari belum menjadi bulan yang ideal karena cenderung masih musim hujan.
  • Memasuki bulan April, Bimasakti akan mulai terbit sekitar tengah malam dan akan tetap terlihat di langit hingga Matahari terbit.
  • Pada bulan Juni, bulan paling ideal untuk melihat Bimasakti, bentangan galaksi kita akan terbit sesaat setelah Matahari, lalu mencapai titik tertinggi di langit pada tengah malam, hingga akhirnya terbenam di barat menjelang Matahari terbit. Itu artinya, Bimasakti terlihat sepanjang malam pada bulan Juni!
  • Sepanjang Juli, Bimasakti sudah mulai terbit pada sore hari, dan akan terbenam pada malam hari menjelang sepertiga malam.
  • Selain Juli, mulai Agustus hingga Oktober juga merupakan bulan-bulan terbaik untuk melihat inti Bimasakti, yang mana akan teramati dengan baik pada waktu dini hari. Kalau kamu merencanakan naik gunung untuk melihat Bimasakti, bisa dicoba di bulan-bulan ini.
  • Pada bulan November, Desember, dan Januari, Bimasakti benar-benar tidak akan terlihat karena terbit pada pagi hari, mencapai titik tertinggi pada siang hari, dan terbenam pada sore hari. Silau Matahari mengalahkan semua benda langit malam.

Kedua kita harus menemukan waktu pengamatan terbaik di malam hari

Jika kita sudah tahu kapan waktu terbaik untuk melihat bentangan Bimasakti setiap tahunnya, sekarang tinggal cari tahu kapan waktu terbaik untuk mengamati setiap malamnya. Seperti disebutkan di atas, Bimasakti akan terlihat pada waktu yang berbeda sepanjang tahun. Namun, tahukah kamu mengapa ini terjadi? Hal ini diakibatkan karena gerak rotasi dan revolusi Bumi.

Jika rotasi Bumi benar-benar tepat 24 jam, semua bintang yang kita lihat termasuk bentangan Bimasakti akan tetap pada posisi yang sama sepanjang malam, setiap malam. Namun faktanya, dibutuhkan 23 jam 56 menit bagi Bumi kita untuk menyelesaikan satu rotasi. Perbedaan empat menit setiap harinya inilah yang menyebabkan bintang-bintang terbit, bergerak semu melintasi langit, dan terbenam empat menit lebih awal dibandingkan malam sebelumnya. Dengan kata lain, waktu terbit bintang-bintang (dan Bimasakti) tidak akan sama setiap malamnya, sepanjang tahun.

Jumlah waktu tersebut kira-kira adalah sekitar dua jam setiap bulan. Jadi, jika galaksi Bimasakti terbit pukul 23.00 waktu setempat daerahmu malam ini, maka ia akan terbit jam 21.00 waktu setempat daerahmu pada bulan depan di tanggal yang sama. Dengan perbedaan waktu terbit ini, kita harus mencari tahu kapan Bimasakti akan terbit sebelum mulai melakukan pengamatan. Untuk membantumu mengetahuinya, kamu bisa menggunakan peta bintang, misalnya Stellarium.

Ketiga kita harus mencari lokasi yang ideal agar dapat mengamati dengan baik

Bila kita sudah mengetahui kapan bentangan galaksi Bimasakti terbit dan terbenam selanjutnya kita juga perlu mencari lokasi yang ideal untuk melakukan pengamatan. Setidaknya, ada tiga syarat bagi sebuah lokasi pengamatan untuk bisa dikatakan sebagai lokasi ideal untuk mengamati Bimasakti. Pertama, langit yang gelap. Kedua, langit yang gelap. Ketiga, langit yang gelap.

Jika Anda tinggal di kota besar di mana langit gelap adalah hanya sebuah dongeng, kamu perlu mempersiapkan perjalanan ke lokasi yang minim polusi cahaya. Pilihlah lokasi seperti pantai, pegunungan, atau bisa juga pedesaan. Kuncinya hanya perlu langit yang gelap, tanpa ada polusi cahaya sedikitpun.

Keempat kita juga harus mengetahui kondisi langit saat melakukan pengamatan

Selain waktu dan lokasi yang ideal dalam melakukan pengamatan terhadap bentangan galaksi Bimasakti, masalah lain yang dapat memiliki dampak besar pada keberhasilan kita untuk melihat bentangan galaksi Bimasakti adalah kondisi langit. Kondisi langit terbaik untuk melihat Bimasakti adalah “cerah dan tanpa Bulan”. Berikut penjelasan detailnya:

Cuaca
Cuaca memainkan peran terbesar dalam berhasil atau tidaknya Anda dalam melihat Bimasakti. Jika cuaca mendung dan hujan tentu tidak mungkin untuk melakukan pengamatan terhadap bentangan galaksi Bimasakti. Cuaca harus cerah, tak berawan maupun hujan.

Polusi Cahaya
Polusi cahaya adalah alasan utama orang-orang, mungkin termasuk Anda, tidak dapat melihat Bimasakti sepanjang hidupnya. Ini terjadi karena kota-kota dan daerah pinggiran kota memiliki lampu-lampu terang yang memungkinkan cahaya buatan tersebut memantul ke langit.

Mata manusia sendiri membutuhkan minimal 20 menit untuk bisa menyesuaikan dengan kegelapan malam. Setelah nanti misalnya kamu bisa sampai ke lokasi pengamatan yang ideal, matikan sumber cahaya apapun dan biarkan mata kamu beradaptasi dengan gelapnya langit agar Bimasakti mulai terlihat jelas.

Fase Bulan
Waktu terburuk untuk melihat bentangan Bimasakti adalah saat fase Bulan purnama. Cahaya Bulan yang cerah akan menghilangan pemandangan Bimasakti yang sejatinya sudah redup. Jadi, pastikan Anda tahu sedang fase Bulan apa malam itu. Fase terbaik untuk melihat Bimasakti adalah mulai dari fase Bulan Baru hingga fase perbani awal.

Setiap bintang yang Anda lihat di langit malam adalah milik galaksi kita. Pada dasarnya, setiap kali Anda melihat bintang, Anda sedang melihat Bima Sakti. Namun, bagian terbaik dari Bimasakti adalah pada bagian bentangannya, yang berisikan nebula-nebula terang dan gelap seperti pada gambar di bawah ini:

Bentangan galaksi Bimasakti. Photo by Mindaugas Vitkus on Unsplash

Setelah Anda berhasil sampai ke tempat yang cukup gelap dan langit yang cukup cerah, Anda seharusnya bisa melihat pita galaksi kita membentang di langit malam. Arahkan pandangan ke rasi bintang Sagitarius dan Skorpius, maka itulah area inti galaksi yang sangat terang saat diamati dari Bumi di kondisi lokasi pengamatan ideal.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini