Warna-Warna Bintang di Alam Semesta

Ruangangkasa.com – Saat malam tiba, bintang bintang mulai terlihat di langit Bumi, bertebaran di segala penjuru arah dengan warna yang berbeda beda. Ada bintang berwarna biru, putih, kuning, bahkan merah. Tapi, tahukah kamu mengapa warna bintang berbeda-beda?

Terima kasih telah membaca artikel ini, jangan lupa untuk berlangganan artikel!

Dalam artikel kali ini, ruangangkasa.com akan menjabarkan penjelasan ilmiah dari warna-warna bintang tersebut untuk membantu kita, agar lebih memahami apa yang kita lihat saat melihat bintang di langit malam.

Bintang adalah benda langit yang dapat memancarkan cahaya sendiri yang disebabkan oleh reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi yang terjadi di intinya. Pancaran cahaya bintang sedikit mirip seperti bara yang menyala pada sebuah api unggun. Sama seperti api di Bumi, api berwarna merah bersuhu lebih rendah daripada bara berwarna biru.

Pada dasarnya, bintang yang berwarna merah lebih dingin (atau lebih tepatnya bersuhu lebih rendah) daripada bintang yang berwarna biru. Hanya dengan meneliti warna dari cahaya yang berasal dari bintang, dan menerapkan sedikit perhitungan fisika, kita dapat memperkirakan suhu permukaan bintang tersebut.

Para astronom lebih suka mengklasifikasikan berbagai hal. Pada akhir abad 19, para astronom di Universitas Harvard mengembangkan sebuah sistem untuk mengklasifikasikan bintang-bintang yang tidak sesuai dengan warna, namun dengan kekuatan di mana gas hidrogen menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu.

Kelas bintang ini diberi label A sampai N untuk mengetahui kekuatan penyerapan hidrogen. Tapi, kemudian disederhanakan menjadi O, B, A, F, G, K, dan M (agar lebih mudah menghafalnya, ingat ini: Oh Be A Fine Girl Kiss Me). Klasifikasi ini disebut Klasifikasi spektrum Harvard, yang masih digunakan sampai sekarang. Lantas apa hubungannya dengan warna bintang?

Baca juga: Fungsi Bintang Bagi Kehidupan Di Alam Semesta

Seiring para astronom dan fisikawan belajar lebih banyak tentang struktur atom dan spektrum cahaya dari bintang, mereka menemukan bahwa sistem klasifikasi Harvard benar-benar menggambarkan suhu atmosfer bintang. Para astronom menemukan bahwa bintang tipe O memang lebih panas daripada bintang tipe B, dan bintang tipe B lebih panas daripada bintang tipe A, dan seterusnya sampai tipe M (paling dingin). Mereka juga mengonfirmasi bahwa bintang paling panas berwarna biru, dan bintang bersuhu menengah berwarna putih, sementara bintang-bintang dingin berwarna merah.

Berikut adalah ringkasan warna dominan dan suhu kelas utama bintang dalam klasifikasi Harvard:

Klasifikasi suhu dan warna bintang
Klasifikasi suhu dan warna bintang. Kredit gambar: Wikipedia

Saat ini diketahui: warna bintang tergantung pada suhu permukaannya. Tapi, bintang biru tidak hanya memancarkan cahaya biru, juga bintang merah tidak hanya memancarkan cahaya merah. Mereka memancarkan cahaya tampak dari semua warna sampai tingkat tertentu. Hanya saja spektrum mereka memuncak pada warna tertentu. Berikut penjelasan singkat tentang kelas bintang:

Bintang Kelas O

Spektrum dari bintang kelas O5V
Spektrum dari bintang kelas O5V. Kredit gambar Wikipedia

Bintang kelas O adalah bintang yang paling panas, temperatur permukaannya lebih dari 25.000 Kelvin. Bintang deret utama kelas O merupakan bintang yang tampak paling biru, walaupun sebenarnya kebanyakan energinya dipancarkan pada panjang gelombang ungu dan ultraungu. Dalam pola spektrumnya garis-garis serapan terkuat berasal dari atom Helium yang terionisasi 1 kali (He II) dan karbon yang terionisasi dua kali (C III). Garis-garis serapan dari ion lain juga terlihat, di antaranya yang berasal dari ion-ion oksigen, nitrogen, dan silikon. Garis-garis Balmer Hidrogen (hidrogen netral) tidak tampak karena hampir seluruh atom hidrogen berada dalam keadaan terionisasi. Bintang deret utama kelas O sebenarnya adalah bintang paling jarang di antara bintang deret utama lainnya (perbandingannya kira-kira 1 bintang kelas O di antara 32.000 bintang deret utama). Namun karena paling terang, maka tidak terlalu sulit untuk menemukannya. Bintang kelas O bersinar dengan energi 1 juta kali energi yang dihasilkan Matahari. Karena begitu masif, bintang kelas O membakar bahan bakar hidrogennya dengan sangat cepat, sehingga merupakan jenis bintang yang pertama kali meninggalkan deret utama.

Contoh bintang kelas O adalah Zeta Puppis, Alnitak.

Baca juga: Pemberi Nama Bintang Di Langit

Bintang Kelas B

Spektrum dari bintang kelas B2II
Spektrum dari bintang kelas B2II. Kredit gambar: Wikipedia

Bintang kelas B adalah bintang yang cukup panas dengan temperatur permukaan antara 11.000 hingga 25.000 Kelvin dan berwarna putih-biru. Dalam pola spektrumnya garis-garis serapan terkuat berasal dari atom Helium yang netral. Garis-garis Balmer untuk Hidrogen (hidrogen netral) tampak lebih kuat dibandingkan bintang kelas O. Bintang kelas O dan B memiliki umur yang sangat pendek, sehingga tidak sempat bergerak jauh dari daerah di mana mereka dibentuk, dan karena itu cenderung berkumpul bersama dalam sebuah asosiasi OB. Dari seluruh populasi bintang deret utama terdapat sekitar 0,13 % bintang kelas B.

Contoh bintang kelas B adalah Rigel, Spica.

Bintang Kelas A

Spektrum dari bintang kelas A2I
Spektrum dari bintang kelas A2I

Bintang kelas A memiliki temperatur permukaan antara 7.500 hingga 11.000 Kelvin dan berwarna putih. Karena tidak terlalu panas maka atom-atom hidrogen di dalam atmosfernya berada dalam keadaan netral sehingga garis-garis Balmer akan terlihat paling kuat pada kelas ini. Beberapa garis serapan logam terionisasi, seperti magnesium, silikon, besi dan kalsium yang terionisasi satu kali (Mg II, Si II, Fe II dan Ca II) juga tampak dalam pola spektrumnya. Bintang kelas A kira-kira hanya 0.63% dari seluruh populasi bintang deret utama.

Contoh bintang kelas A adalah Vega, Sirius.

Bintang Kelas F

Spektrum dari bintang kelas F2III
Spektrum dari bintang kelas F2III

Bintang kelas F memiliki temperatur permukaan 6000 hingga 7500 Kelvin, berwarna putih-kuning. Spektrumnya memiliki pola garis-garis Balmer yang lebih lemah daripada bintang kelas A. Beberapa garis serapan logam terionisasi, seperti Fe II dan Ca II dan logam netral seperti besi netral (Fe I) mulai tampak. Bintang kelas F kira-kira 3,1% dari seluruh populasi bintang deret utama.

Contoh bintang kelas F adalah Canopus, Procyon.

Bintang Kelas G

Spektrum dari bintang kelas G5III
Spektrum dari bintang kelas G5III. Kredit image: Wikipedia

Bintang kelas G mungkin adalah yang paling banyak dipelajari karena Matahari adalah bintang kelas ini. Bintang kelas G memiliki temperatur permukaan antara 5000 hingga 6000 Kelvin dan berwarna kuning. Garis-garis Balmer pada bintang kelas ini lebih lemah daripada bintang kelas F, tetapi garis-garis ion logam dan logam netral semakin menguat. Profil spektrum paling terkenal dari kelas ini adalah profil garis-garis Fraunhofer. Bintang kelas G adalah sekitar 8% dari seluruh populasi bintang deret utama.

Contoh bintang kelas G adalah Matahari, Capella, Alpha Centauri A.

Baca juga: 10 Bintang Paling Terang Di Langit Malam

Bintang Kelas K

Spektrum dari bintang kelas K4III
Spektrum dari bintang kelas K4III. Kredit gambar: Wikipedia

Bintang kelas K berwarna jingga memiliki temperatur sedikit lebih dingin daripada bintang sekelas Matahari, yaitu antara 3500 hingga 5000 Kelvin. Alpha Centauri B adalah bintang deret utama kelas ini. Beberapa bintang kelas K adalah raksasa dan maharaksasa, seperti misalnya Arcturus. Bintang kelas K memiliki garis-garis Balmer yang sangat lemah. Garis-garis logam netral tampak lebih kuat daripada bintang kelas G. Garis-garis molekul Titanium Oksida (TiO) mulai tampak. Bintang kelas K adalah sekitar 13% dari seluruh populasi bintang deret utama.

Contoh bintang kelas K adalah Alpha Centauri B, Arcturus, Aldebaran

Bintang Kelas M

Spektrum dari bintang kelas M0III
Spektrum dari bintang kelas M0III. Kredit gambar: Wikipedia
Spektrum dari bintang kelas M6V
Spektrum dari bintang kelas M6V. Kredit gambar: Wikipedia

Bintang kelas M adalah bintang dengan populasi paling banyak. Bintang ini berwarna merah dengan temperatur permukaan lebih rendah daripada 3500 Kelvin. Semua katai merah adalah bintang kelas ini. Proxima Centauri adalah salah satu contoh bintang deret utama kelas M. Kebanyakan bintang yang berada dalam fase raksasa dan maharaksasa, seperti Antares dan Betelgeuse merupakan kelas ini. Garis-garis serapan di dalam spektrum bintang kelas M terutama berasal dari logam netral. Garis-garis Balmer hampir tidak tampak. Garis-garis molekul Titanium Oksida (TiO) sangat jelas terlihat. Bintang kelas M adalah sekitar 78% dari seluruh populasi bintang deret utama.

Sekitar 88% bintang di alam semesta merupakan tipe K dan M. Hanya 1 dari 3.000.000 bintang yang merupakan bintang tipe O. Bahkan, bintang tipe G seperti Matahari kita hanya 8% dari seluruh populasi bintang di alam semesta yang diketahui.

Nah bagaimana? Sudah paham tentang waran-warna bintang? Ternyata bintang yang kita lihat di langit malam memiliki karakteristik warna, temperatur masing-masing yang tak sama. Bintang juga dibagi dalam beberapa kelas, agar memudahkan para astronom maupun ilmuwan dalam melakukan penelitian. Tentu masih akan ada banyak lagi hal-hal menarik tentang bintang yang akan diekplorasi, dengan semakin majunya teknologi dan berkembangnya pengetahuan astronomi.

 

 

Sumber: Wikipedia, Info Aastronomi.

Artikel Menarik Lainnya

LANGGANAN ARTIKEL

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini