Mengenal Lebih Dekat Planet Merkurius, Planet Terkecil di Tata Surya

RUANGANGKASA.COM – Planet Merkurius merupakan planet paling kecil di Tata Surya, sekaligus juga paling dekat dengan Matahari.  Permukaan planet Merkurius penuh dengan kawah. Selain itu, planet ini juga kering dan tandus. Merkurius berada sangat dekat dengan Matahari. Jaraknya hanya 57,9 juta km. Jika kita berada di Merkurius, Matahari terlihat tiga kali lebih besar dibanding yang kita lihat di Bumi. Karena dekat, Merkurius juga paling cepat menyelesaikan putaran orbitnya mengelilingi Matahari. Bahkan nama Merkurius diperoleh dari nama Dewa Pembawa Pesan bangsa Romawi yang memiliki topi dan sepatu bersayap. Seberapa cepat Merkurius menglilingi Matahari?

Terima kasih telah membaca artikel ini, jangan lupa untuk berlangganan artikel!

Kalau Bumi butuh waktu 365 hari, maka Merkurius hanya butuh 88 hari Bumi untuk mengelilingi Matahari. Dengan demikian, satu tahun di Merkurius itu hanya 88 hari atau kurang dari 3 bulan di Bumi. 1 hari matahari (solar day) di Merkurius berlangsung sangat lama yaitu sekitar 176 hari bumi.

Kalau satu tahun di Merkurius jauh lebih cepat dari satu tahun di Bumi, maka satu hari Merkurius justru jauh lebih lama dari Bumi. Ini karena Merkurius butuh 59 hari untuk mengitari porosnya. Jadi, setiap 3 kali Merkurius berputar pada sumbunya, planet ini sudah 2 kali mengelilingi Matahari. Singkatnya, setiap 3 hari di Merkurius, 2 tahun telah terlewati.

Baca juga: Mengenal Planet Venus, Planet Terpanas di Tata Surya

Tampak menyenangkan karena bisa merayakan tahun baru dengan cepat. Tapi jangan berharap untuk bisa bertahan di Merkurius. Seandainya kita bisa ke Merkurius, kita bisa terpanggang saat siang hari dan membeku ketika malam tiba. Temperaturnya memang ekstrim. Saat siang, suhunya bisa mencapai 430 ºC dan ketika malam tiba, suhunya langsung turun jadi -180 ºC!

Atmosfer Planet Merkurius

 

Mengenal Lebih Dekat Planet Merkurius, Planet Terkecil di Tata Surya
Atmosfer Planet Merkurius. NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Carnegie Institution of Washington – http://photojournal.jpl.nasa.gov/catalog/PIA11076

Malam hari di Merkurius sangat dingin karena hampir tidak ada atmosfer yang bisa menyimpan panas dan membuat permukaan planet tetap hangat. Merkurius memang beda dari Venus ataupun Bumi yang atmosfernya tebal.  Planet Merkurius ukurannya 1/3 ukuran Bumi, dengan diameter 4879 km dan massa 330 miliar triliun kg atau 330.104.000.000.000.000.000.000 kg.

Meskipun tampaknya untuk kita massanya sangat besar, tapi sebenarnya untuk ukuran planet, Merkurius selain kecil, massanya juga kecil. Jika demikian, gravitasinya juga lemah sehingga Merkurius tidak bisa menahan atmosfer seperti Bumi. Karena itu, atmosfer Merkurius sangat tipis dan tenggang.

Gravitasi yang lemah membuat atmosfer Merkurius dengan mudah tersapu angin Matahari yang sangat kencang. Meskipun tidak bertahan lama karena diterpa angin Matahari, selalu ada beragam gas yang menggantikan atmosfer yang telah hilang itu. Atmosfer baru tersebut berasal dari partikel gas angin Matahari yang terperangkap gravitasi Merkurius, maupun dari peluruhan radioaktif dan meteorit yang menghantam permukaan planet.

Baca juga: Memahami Proses Terbentuknya Tata Surya

Selain atmosfer yang tidak bisa bertahan lama di Merkurius, planet ini juga tidak punya satelit. Penyebabnya lagi-lagi, gravitasi Matahari membuat benda apapun yang mengelilingi Merkurius tidak akan stabil.

Kawah dan Lapisan Merkurius

 

Mengenal Lebih Dekat Planet Merkurius, Planet Terkecil di Tata Surya
Kutub utara Merkurius tempat air es abadi. Kredit: NASA

Permukaan Merkurius memiliki kemiripan dengan Bulan. Ada banyak kawah yang menutupi permukaan planet tersebut. Kawah terbentuk dari tabrakan meteorit ketika Merkurius masih muda, sekitar 4 miliar tahun lalu. Ukuran kawah yang terbentuk juga beragam dari kawah kecil seukuran mangkuk sampai kawah yang ukurannya setengah diameter Merkurius. Nama kawah besar ini Cekungan Caloris yang terbentuk dari tabrakan meteorit berukuran sekitar 100 km.

Kawah di Merkurius tetap ada sampai sekarang tanpa mengalami perubahan karena tidak pernah ada erosi oleh cuaca. Tidak ada cuaca di Merkurius, dan ini karena planet tersebut tidak punya atmosfer. Jadi jangan berharap ada angin, hujan, apalagi badai.

 

Mengenal Lebih Dekat Planet Merkurius, Planet Terkecil di Tata Surya
Lapisan – lapisan di dalam merkurius. Kredit: ESA

Meskipun kecil, Merkurius merupakan planet dengan kerapatan tinggi kedua di Tata Surya setelah Bumi. Kerapatan planet yang disusun oleh batuan ini adalah 5.427 g/cm2. Jika ditilik dari ukurannya yang kecil dan kepadatan yang cukup tinggi, maka Merkurius memiliki inti besi yang besar dengan ukuran sekitar 4000 km. Inti besi ini terbagi dua yakni inti dalam yang padat, dan inti luar yang cair.

Baca juga: Mengenal Planet Bumi, Rumah Kita

Di luar inti besi, terdapat selubung silikat setebal 500–700 km. Menariknya,  ketika Merkurius masih muda, lapisan silikat tersebut berwujud cair dan merupakan sumber letusan atau erupsi vulkanik.  Akan tetapi, selubung silikat tersebut sudah mendingin dan memadat, dan tentu saja aktivitas vulaknik juga sudah berakhir sejak 3,5 miliar tahun lalu. Di atas selubung silikat, ada permukaan batuan setebal 35 km. Di kutub-kutub Merkurius, terdapat air es abadi karena lokasi es ini tidak pernah menerima cahaya Matahari.

Kunjungan ke Merkurius

Animation visualising BepiColombo’s journey to Mercury by ESA

Untuk mempelajari Merkurius lebih dekat, para astronom mengirim misi Mariner 10 yang “mengunjungi” Merkurius sebanyak 3 kali pada tahun 1974 dan 1975 ketika melakukan terbang lintas. Foto pertama yang dihasilkan memperlihatkan permukaan Merkurius yang dipenuhi kawah. Mirip Bulan tapi lebih besar dari satelit Bumi itu.

Misi kedua ke Merkurius yang diberi nama MESSENGER, diluncurkan tahun 2004 dan mulai mengorbit Merkurius pada tahun 2011. MESSENGER berhasil mempelajari Merkurius dari dekat dan melakukan pemetaan permukaan planet. Foto-foto yang sangat tajam berhasil diambil oleh MESSENGER. Misi ketiga ke Merkurius adalah BepiColombo yang diluncurkan tahun 2018 dan baru akan tiba di Merkurius tahun 2025.

Meskipun kita tidak bisa mengunjungi Merkurius, kita masih bisa mengamati planet ini dari Bumi. Merkurius bisa ditemukan sebelum fajar menyingsing ataupun setelah Matahari terbenam. Jika kamu tinggal di area yang arah timur dan baratnya tidak terhalang gedung-gedung pencakar langit ataupun pohon-pohon tinggi, kamu bisa menemukan Merkurius.

 

*Diolah dari berbagai sumber

Artikel Menarik Lainnya

LANGGANAN ARTIKEL

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini