Mengenal Galaksi Magellan, Rumah bagi Jutaan Bintang

RUANGANGKASA.COM – Di alam semesta ini terdapat banyak sekali galaksi. Sebagian dari galaksi tersebut telah teridentifikasi oleh oleh para astronom dan beberapa di antaranya telah memiliki sebuah nama. Galaksi Bima Sakti yang merupakan galaksi dimana sistem tata surya kita berada, Galaksi Andromeda, Galaksi Triangulum dan beberapa di antaranya termasuk ke dalam galaksi kerdil.

Terima kasih telah membaca artikel ini, jangan lupa untuk berlangganan artikel!

Mengenal Galaksi Magellan, Rumah bagi Jutaan Bintang
Bima Sakti, Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil. Kredit:Nina McCurdy / Nick Risinger / NASA.

Galaksi kerdil yang cukup terkenal yaitu Galaksi Magellan. Galaksi Magellan atau lebih sering dikenal sebagai Awan Magellan termasuk ke dalam galaksi muda.  Awan atau Galaksi Magellan terbagi menjadi 2, yaitu Awan Magellan Kecil dan Awan Magellan Besar. Saat ini, Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil  berada pada jarak 160.000 dan 200.000 tahun cahaya, dan antara keduanya hanya terpisah 75.000 tahun cahaya. Namun, di antara kedua awan tersebut terdapat penghubung berupa gas hidogen yang netral di sekeliling Awan Magellan.

Mengenal Galaksi Magellan, Rumah bagi Jutaan Bintang
Awan Magellan Besar. Credit wikipedia.org

Para ilmuwan menyakini, bahwa ada interaksi antara kedua galaksi sekaligus bukti jika Awan Magellan sudah melakukan interaksi tersebut selama milyaran tahun sebelum pada akhirnya bertemu dengan Galaksi Bima Sakti. Awan Magellan Kecil dan Awan Magellan Besar mengalami perubahan akibat dari interaksi yang berasal dari gravitasi milik Galaksi Bima Sakti. Aliran gas yang terdapat di kedua Awan Magellan tertarik oleh Galaksi Bima Sakti, akibatnya setengah bahan dasar tersebut akan mengantikan bahan dasar pembentuk bintang yang ada di Galaksi Bima Sakti. Lalu pada akhirnya, kedua Awan Megellan akan bertabrakan dan bergabung dengan Galaksi Bima Sakti.

Mengapa disebut sebagai Awan Magellan?

Mengenal Galaksi Magellan, Rumah bagi Jutaan Bintang
Dua buah gas yang sangat berbeda di Awan Magellan Besar. Credit wikipedia.org

Awan Magellan Besar dan Kecil termasuk ke dalam Galaksi Katai, di mana galaksi tersebut merupakan tempat bagi jutaan bintang. Tentu saja, jumlah tersebut masih kalah jauh dengan Galaksi Bima Sakti. Namun, Galaksi Katai tersebut memiliki gas hidrogen dalam jumlah banyak. Seperti yang telah diketahui jika gas hidrogen merupakan bahan baku utama sebagai bahan bakar bintang. Bisa dikatakan jika Awan Magellan merupakan galaksi yang masih belum sempurna atau masih dalam proses. Hal ini dibuktikan dari tidak adanya bahan logam dan unsur-unsur pembentuk planet dan bintang yang terdapat pada Awan Magellan. Hanya terdapat gas helium dan hidrogen di dalamnya.

Baca juga: Mengamati Evolusi Dua Galaksi Katai Awan Magellan

Sejarah Awan Magellan

Seorang ahli astronom dari Persia bernama Al Sufi, yang menemukan pertama kali Awan Magellan pada tahun 964 yang ditulis di dalam buku berjudul “Book of Fixed Stars”.  Diperkirakan jika Awan Magellan Besar berasal dari salah satu bintang yang meledak pada abad ke 4. Bintang itu bernama SN 1987 A dan pada saat itu merupakan cahaya yang sangat terang.

D.S. Mathewson, V.L. Ford, dan N. Visvanathan berpendapat bahwa kemungkinan ledakan bintang yang terjadi pada abad ke 4, telah terpecah menjadi 2 bagian. Dan salah satu bagian kecil itu merupakan Awan Magellan Kecil. Hal ini berdasarkan dari adanya interaksi atau hubungan di antara kedua Awan Magellan yang aktif dan saling bergerak bersama-sama.

Asal Mula Pemberian Nama Magellan

Nama Magellan sendiri diambil dari nama seorang pelaut bernama Ferdinand Magellan yang sedang melakukan pelayaran dan melihat ada objek yang berada di langit selatan. Objek yang terlihat samar tersebut bergerak secara bersama dengan bintang-bintang di sekitar rasi bintang Mensa dan rasi bintang Dorado. Terdapat dua objek samar dan terlihat sama satu dengan yang lainnya, sehingga kedua objek tersebut dinamakan Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil.

Kita dapat melihat kedua Awan Magellan tersebut saat langit cerah dan tidak ada polusi cahaya. Terutama bagi Awan Magellan Besar akan terlihat sebagai “awan” di langit malam dan berukuran 20 kali lebih besar dari Bulan Purnama. Karena ukurannya tersebut, Awan Magellan Besar berada diurutan keempat untuk galaksi terbesar dalam Grup Lokal setelah Galaksi Andromeda, Galaksi Bima Sakti dan Galaksi Triangulum.

Penelitan Oleh Para Ahli

Awan Magellan Besar atau Large Magellanic Cloud(LMO) merupakan satelit alam untuk Galaksi Bima Sakti yang memiliki jarak sekitar 163.000 tahun cahaya dari bumi. Selain menjadi satelit, Awan Magellan Besar temasuk ke dalam galaksi terdekat ketiga setelah Sagittarius Elliptikal Dwarf Galaxy dan Canis Major Dwarf Galaxy. Para ahli astronomi mengatakan bahwa pada Awan Magellan Besar terdapat sekitar 60 Gugus Bintang Bola, 400 Planetari Nebula dan 700 Gugus Bintang Terbuka serta ratusan ribu bintang-bintang raksasa. SN 1987 A yang pernah meledak juga terdapat di sekitar Awan Magellan Besar.

Lokasi dimana Awan Magellan Besar berada dengan hubungan ke Bima Sakti dan satelit galaksi lainnya. Credit Wikipedia.org

Penelitan yang berasal dari satelit luar angkasa, Gaia, mempelajari bintang yang sedang kabur dari galaksi yaitu Awan Magellan Kecil. Gaia bertugas untuk mempelajari bintang-bintang terutama yang terdapat di Galaksi Bima Sakti. Namun tidak hanya itu saja, Gaia juga memetakan gerakan bintang-bintang yang berada di sekeliling Galaksi Bima Sakti termasuk Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil.

Baca juga: Galaksi Satelit, Pengiring Galaksi Besar di Semesta

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai hubungan antara Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil, para ahli astronom melakukan pengamatan pada Galaksi Katai dan yang menjadi target adalah NGC 4490 dan NGC 4485. Kedua galaksi ini memiliki kemiripan dengan Awan Magellan Besar dan Kecil serta posisinya yang jauh dari galaksi masif. Dari data yang diperoleh bahwa NGC4485 sudah menembus piringan NGC4490 sejak 300 juta tahun yang lalu. Penggabungan keduanya akan menghasilkan galaksi baru yang lebih besar dalam 370 juta tahun lagi.

Berdasarkan dari data pengamatan yang terjadi pada NGC4485 dan NGC4490, memberikan gambaran apa yang akan terjadi pada kedua Awan Magellen tersebut. Sehingga, tabrakan yang terjadi oleh Awan Magellan Besar dengan Awan Magellan Kecil bisa dapat diprediksi.

Tabrakan Dengan Galaksi Bima Sakti

Sebelumnya pada ahli meneliti, jika Galaksi Bima Sakti dan Andromeda akan mengalami tabrakan. Namun, sebelum itu terjadi Galaksi Bima Sakti akan mengalami tabrakan terlebih dahulu dengan Awan Magellan Besar. Jika ini terjadi, maka akan mengubah inti Galaksi Bima Sakti, supermasif lubang hitam dan akan melahap gas-gas dan akan semakin membesar 10 kali lipat. Kedepannya lubang hitam yang berada di pusat Galaksi Bima Sakti akan mengeluarkan energi yang tinggi akan radiasi.

Awan Magellan Besar merupakan satelit galaksi paling terang untuk Galaksi Bima Sakti dan menjadi yang terdekat sejak 1,5 milyar tahun yang lalu. Prediksi para ahli mengindikasi jika Awan Megellan Besar dua kali lebih gelap dari sebelumnya. Awan Magellan telah menjadi lebih besar dan perlahan kehilangan energi dan akhirnya akan bertabrakan dengan Galaksi Bima Sakti.

 

*sumber: diolah dari berbagai sumber

Artikel Menarik Lainnya

LANGGANAN ARTIKEL

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini