Perkiraan waktu membaca artikel ini: 6 minutes

RUANGANGKASA.COM – Pada bulan September 2021 kali, akan ada banyak sekali fenomena langit atau peristiwa alam menarik yang akan menghiasi langit Indonesia. Bahkan, fenomena langit yang jangan sampai terlewat adalah dua puncak hujan meteor yang akan terjadi di bulan September ini.

Berikut berbagai fenomena langit yang bisa Anda rencanakan untuk diamati bersama keluarga maupun sahabat:

Fenomena Planet Tata Surya

Merkurius. Planet terdekat dengan Matahari ini tampak sepanjang bulan September di rasi Virgo, setelah Matahari terbenam. Planet Merkurius tampak menanjak naik setiap harinya sampai pertengahan September saat berada pada elongasi timur terbesarnya. Setelah itu, Merkurius perlahan turun mengejar Matahari di ufuk barat. Selain berada pada titik tertinggi di ufuk barat, Merkurius juga akan berpapasan dengan bintang terang Spica pada pertengahan September.

Venus. Si Bintang Kejora akan menemani Merkurius tampak di langit senja selama bulan September. Di awal bulan September, Venus yang terus menanjak naik setiap harinya di ufuk barat akan berpapasan dengan Spica dan Bulan. Venus bisa diamati di rasi Virgo sampai pertengahan September dan akhir bulan, Venus sudah berada di rasi Libra.

Jupiter & Saturnus. Duo planet raksasa ini masih menemani pengamat sampai jelang fajar menyingsing. Setelah Matahari terbenam, Jupiter dan Saturnus sudah tampak di ufuk timur dan terus bergerak ke arah barat sampai keduanya terbenam jelang fajar. Pada pertengahan September, duo jovian ini akan berpapasan dengan Bulan secara bergantian. Selama bulan September, Jupiter dan Saturnus bisa diamati di rasi Capricornus.

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut. Uranus bisa diamati jelang tengah malam di rasi Aries sedangkan Neptunus di rasi Aquarius, tampak sejak Matahari terbenam sampai saat fajar menyingsing. Planet es ini akan mencapai oposisi pada pertengahan September dan jadi waktu terbaik untuk diamati.

Fase Bulan

fase-bulan
Kredit gambar: langitselatan.com

Bulan satelit Bumi akan selalu menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu juga, konjungsi Bulan dan planet-planet juga akan menjadi fenomena langit yang menarik untuk dilihat.

Tanggal 7 September 2021. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

Tanggal 11 September 2021. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 368.461 km.

Tanggal 13 September 2021. Bulan Perbani Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.

Tanggal 20 September 2021. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

Tanggal 26 September 2021.  Bulan di titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 404.640 km

Tanggal 29 September 2021. Bulan Perbani Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

Peristiwa Langit

 

venus-spica
Kredit gambar: Stellarium

5 September 2021
Venus berpasangan dengan Spica a.k.a alpha Virgo di ufuk barat setelah Matahari terbenam. Keduanya hanya terpisah 1,6º dan berada pada ketinggian lebih dari 30º saat Matahari terbenam. Pasangan ini bisa diamati sampai keduanya terbenam pukul 20:21 WIB.

bulan-venus
Kredit gambar: Stellearium

10 September 2021
Bulan sabit berpasangan dengan Venus di ufuk barat setelah Matahari terbenam. Bulan berada 4º di utara Venus dan keduanya berada pada ketinggian 34º saat Matahari terbenam. Pasangan Bulan dan Venus bisa diamati sampai pukul 20:24 WIB saat Venus terbenam dan disusul Bulan pada pukul 20:48 WIB.

 

elongasi-timur-merkurius
Kredit gambar: Stellarium

14 September 2021
Merkurius dan Matahari membentuk sudut maksimal terhadap Bumi. Elongasi Timur maksimum yang dicapai Merkurius 26,8º. Artinya, Merkurius akan berada 26,8º di arah barat Matahari. Merkurius yang berada di rasi Virgo bisa diamati dengan kecerlangan 0,2 magnitudo setelah Matahari terbenam sampai pukul 19:23 WIB.

 

oposisi-neptunus
Kredit gambar: Langitselatan.com

14 September 2021
Tidak mudah untuk mengamati planet es biru ini. Tanggal 14 September menandai posisi terdekatnya dengan Bumi. Saat oposisi Neptunus sedang berada pada jarak 28,92 AU di rasi Aquarius dengan kecerlangan 7,8 magnitudo. Untuk bisa melihat planet es ini, siapkan teleskop dan jangan kecewa jika menemukan Neptunus hanya titik biru di teleskop anda. Saat oposisi, Neptunus tampak sedikit lebih besar dengan diameter piringan 2,4 detik busur.

Bagi pengamat di Bumi, Neptunus bisa diamati dengan teleskop sejak Matahari terbenam sampai fajar.

 

bulan-saturnus
Kredit gambar: Stellarium

17 September 2021
Bulan dan Saturnus berpasangan sejak Matahari terbenam sampai jelang fajar menyingsing. Saat Matahari terbenam, Bulan dan Saturnus berada pada ketinggian 48º di atas horison timur. Bulan berada 3,7º di selatan Saturnus dan keduanya akan berada pada titik tertinggi di langit pada pukul 20:44 WIB dengan ketinggian 77º. Keduanya bisa diamati sampai jelang fajar saat Bulan dan Saturnus perlahan menuju ufuk barat dan terbenam. Bulan terbenam lebih dahulu pukul 02:40 WIB disusul Saturnus pukul 02:54 WIB.

 

bulan-jupiter
Kredit gambar: Stellarium

18 September 2021
Sehari kemudian, giliran Bulan dan Jupiter yang berpasangan dan hanya terpisah 3,9º. Pasangan Bulan dan Jupiter bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai jelang fajar menyingsing. Jupiter dan Bulan bisa diamati pada ketinggian 33º di atas horison timur saat keduanya muncul dari balik pendar senja. Pasangan ini akan mencapai ketinggian maksimum 82º pada pukul 21:44 WIB dan terbenam beriringan didahului Bulan pada pukul 03:34 WIB disusul Jupiter 20 menit kemudian.

 

merkurius-spica
Kredit gambar: Stellarium

21 September 2021
Merkurius berpasangan dengan Spica a.k.a alpha Virgo di ufuk barat setelah Matahari terbenam. Keduanya hanya terpisah 1,4º dan berada pada ketinggian lebih dari 30º saat Matahari terbenam. Pasangan ini bisa diamati sampai keduanya terbenam beriringan di ufuk barat. Merkurius terbenam lebih dahulu pada pukul 19:15 WIB disusul Spica 3 menit kemudian.

 

ekuinoks
Kredit gambar: langitselatan.com

23 September 2021
Matahari berada di ekuinoks atau di atas garis khatulistiwa. Lamanya siang dan malam menjadi sama yakni 12 jam. Bagi masyarakat di belahan bumi utara, tanggal 22 September merupakan Ekuinoks Musim Gugur atau titik balik musim gugur yang menandai awal musim gugur. Sebaliknya di belahan Bumi selatan, ekuinoks di bulan September merupakan vernal ekuinoks atau ekuinoks musim semi yang menandai awal musim semi.

Ekuinok Musim gugur (Utara) atau ekuinok musim semi (selatan) atau kita sebut juga ekuinok september akan terjadi tanggal 22 September pukul: 02:21 WIB, ketika Matahari berada di rasi Virgo.

Hujan Meteor

 

hujan-meteor-perseid
Kredit gambar: Stellarium

9 September 2021
Hujan Meteor Epsilon Perseid
Dimulai tanggal 5 – 21 September, hujan meteor epsilon Perseid yang juga berasal dari debu komet Swift-Tuttle tersebut akan mencapai puncak tanggal 9 September. Hujan meteor ini tampak datang dari rasi Perseus dan saat puncak menghasilkan 5 setiap jam yang bergerak dengan kecepatan 64 km/jam.

Rasi Perseus terbit pukul 22:00 dan hujan meteor epsilon Perseid bisa diamati sejak rasi Perseid yang merupakan radian hujan meteor ini berada di atas horison timur. Pengamat bisa mulai berburu epsilon Perseid mulai pukul 23:00 sampai jelang fajar menyingsing. Saat terbaik untuk mengamati hujan meteor epsilon Perseid adalah pukul 04:00 WIB saat titik radiannya mencapai titik tertinggi di langit.

 

28 September 2021
Hujan Meteor Sextantid
Sextantid adalah hujan meteor yang titik radian atau asal kemunculan meteornya terletak di konstelasi Sextans, yakni diantara konstelasi Draco dan Leo. Hujan meteor ini aktif sejak 9 September hingga 9 Oktober mendatang, dan intensitas meteor maksimumnya terjadi pada 27 September 2021 pukul 19.00 WIB, 20.00 WITA , 21.00 WIT. Sehingga, fenomena langit dari hujan meteor ini baru dapat disaksikan keesokan harinya (28/9/2021) sejak pukul 03.30 hingga 05.00 waktu setempat dari arah Timur, dengan intensitas 2-5 meteor per jam.

 

Itulah tadi berbagai fenomena langit yang akan terjadi di bulan September 2021 kali ini. Jadi ingin mengamati fenomena langit yang mana? Jangan sampai terlewat ya, semoga bermanfaat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini