Melihat Fenomena Langit di Bulan Desember 2023

Ruangangkasa.com – Tak terasa sudah sampai di penghujung akhir tahun 2023, berbagai fenomena langit telah kita saksikan selama hampir 12 bulan lamanya. Kini tinggal bulan Desember, yang juga akan menghadirkan berbagai fenomena langit yang dapat kita saksikan. Mulai dari fase bulan purnama hingga hujan meteor. Berikut penjelasan selengkapnya:

Terima kasih telah membaca artikel ini, jangan lupa untuk berlangganan artikel!

FASE BULAN 

Fase Bulan Desember 2023
Fase Bulan Desember 2023. Kredit gambar: Langitselatan

Bulan akan tetap menarik untuk diamati, selain juga peristiwa konjungsi Bulan dengan planet juga jadi objek menarik lainnya untuk diamati.

Bulan Perbani Akhir, 5 Desember 2023

Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

Bulan di titik apogee, 5 Desember 2023 

Bulan di titik terjauh dari Bumi dengan jarak 404.346 km

Bulan Baru 13 Desember 2023 

Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

Bulan di perigee,17 Desember 2023

Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 367.901 km.

Bulan Perbani Awal, 20 Desember 2023 

Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.

Baca juga: Penjelasan Tentang Terjadinya Fase Bulan

Bulan Purnama, 27 Desember 2023 

Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

Fenomena Hujan Meteor

Hujan Meteor Phoenicid, 2 Desember 2023

Hujan meteor Phoenicid
Hujan meteor Phoenicid pada tanggal 2 Desember pukul 20:00 WIB. Kredit: Stellarium

Hujan meteor Phoenicid berlangsung dari tanggal 28 November – 9 Desember dan mencapai puncak pada tanggal 2 Desember. Hujan meteor yang muncul dari rasi Phoenix ini memiliki laju meteor per jam yang beragam saat mencapai maksimum. Meskipun demikian, pengamat bisa mengamati setidaknya 12 meteor per jam saat malam puncak hujan meteor.

Baca juga: Cara Terbaik Mengamati Hujan Meteor Di Langit Malam

Hujan meteor Phoenicid berasal dari puing-puing komet D/1819 W1 (Blanpain) dan bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai kisaran pukul 02:44 WIB. Waktu terbaik untuk mengamati puncak hujan meteor Phoenicid adalah pukul 20:00 WIB saat titik arah datang meteor berada pada titik tertinggi di langit.

Bulan bisa jadi faktor yang mengganggu di langit dengan 78% permukaan yang teriluminasi saat terbit pukul 22:19 WIB.

Hujan Meteor Puppid-Velids, 7 Desember 2023

Hujan meteor Puppid-Velids
Hujan meteor Puppid-Velids pada tanggal 7 Desember pukul 03:00 WIB. Kredit: Stellarium

Hujan meteor Puppid-Velids akan berlangsung dari tanggal 1 – 15 Desember dan mencapai puncak pada tanggal 7 Desember. Hujan meteor yang tampak muncul dari rasi Puppis ini memiliki laju 10 meteor per jam saat mencapai maksimum.

Hujan meteor Puppid-Velids baru bisa diamati setelah rasi Puppis yang jadi radian hujan meteor ini terbit pada pukul 20:27 WIB dan bisa diamati sampai fajar menyingsing. Waktu terbaik untuk mengamati puncak hujan meteor Puppid-Velids adalah pukul 03:00 WIB saat titik arah datang meteor berada pada titik tertinggi di langit. Bulan yang baru melewati fase perbani akhir terbit tengah malam.

Hujan Meteor Geminid, 13-14 Desember 2023

Hujan Meteor Geminid
Hujan meteor Geminid pada tanggal 13 Desember pukul 22:00 WIB. Kredit: Stellarium

Hujan meteor Geminid akan menjadi hujan meteor yang sangat menarik untuk diamati di langit malam dengan 150 meteor per jam pada saat mencapai maksimum.

Baca juga: Mengenal Hujan Meteor Geminid

Hujan meteor yang terlihat datang dari rasi kembar Gemini ini berlangsung dari tanggal 19 november — 24 Desember dengan intensitas maksimum akan terjadi tanggal 14 Desember. Hujan meteor Geminid  yang berasal dari puing-puing asteroid 3200 Phaethon, melaju dengan kecepatan 35 km/detik dan bisa dinikmati kehadirannya setelah rasi Gemini terbit pukul 20:03 WIB. Bulan terbenam pukul 19:28 WIB sekitar 35 menit sebelum radian Geminid terbit.

Hujan Meteor Ursid, 21-22 Desember 2023

Hujan Metor Ursid
Hujan meteor Ursid pada tanggal 22 Desember pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium

Hujan meteor Ursid akan menjadi hujan meteor terakhir di tahun 2023. Hujan meteor Ursid yang berlangsung dari tanggal 13 – 24 Desember, akan tampak datang dari rasi Ursa Minor.  Artinya, hanya pengamat di belahan Bumi Utara atau di atas garis khatulistiwa yang bisa menikmati lintasan meteor Ursid.

Rasi Ursa Minor akan terbit lewat tengah malam bagi pengamat di belahan Bumi Utara. Untuk pengamat di belahan Bumi Selatan, Ursa Minor terbit hampir bersamaan dengan Matahari terbit. Jadi hujan meteor Ursid tidak akan teramati oleh pengamat yang tinggal di bawah garis khatulistiwa.

Puncak hujan meteor Ursid terjadi tanggal 21-22 Desember 2023 dan meteor yang melintas di langit akan bergerak dengan kecepatan 33 km/jam. Saat mencapai intensitas maksimum, pengamat hanya bisa melihat 10 meteor per jam dari sisa komet 8P/Tuttle yang dilintasi Bumi. Hujan meteor Ursid terbit pukul 04:15 WIB dari Bandung. Tapi untuk pengamat Indonesia di belahan bumi Utara atau di utara khatulistiwa seperti di Banda Aceh, hujan meteor ini bisa mulai diamati sejak pukul 01:20 WIB

Peristiwa Langit

Elongasi Timur Maksimum Merkurius, 5 Desember 2023

Planet Merkurius dan Matahari akan membentuk sudut maksimal terhadap Bumi. Elongasi Timur maksimum yang dicapai Merkurius 21º. Artinya, Merkurius akan berada 21º di arah barat Matahari. Merkurius yang berada di rasi Sagittarius bisa diamati dengan kecerlangan -0,4 magnitudo setelah Matahari terbenam sampai pukul 19:24 WIB saat Merkurius terbenam.

Bulan — Venus, 10 Desember 2023

Bulan akan berpapasan dengan Venus dan bisa diamati sejak keduanya terbit jelang dini hari. Venus terbit terlebih dahulu pada pukul 02:47 WIB disusul Bulan pada pukul 02:52 WIB. Keduanya terpisah 4º.

Bulan — Saturnus, 18 Desember

Bulan dan Saturnus akan terlihat berpasangan di langit dan bisa diamati setelah Matahari terbenam. Kedua objek terpisah ~6,4º dan bisa diamati sampai jelang tengah malam saat Saturnus terbenam pukul 22:25 WIB disusul Bulan pada pukul 23:04 WIB.

Solstice (Winter Solstice – Belahan Utara, Summer Solstice – Belahan Selatan), 22 Desember 2023

Winter Solstice
Matahari saat berada pada titik balik di selatan tanggal 22 Desember 2023 pukul 10:27 WIB. Kredit: Stellarium

Titik balik musim dingin bagi masyarakat di Belahan Bumi Utara dan titik balik musim panas bagi penduduk di Bumi Belahan Selatan. Selain itu, bagi penduduk di belahan selatan, ini merupakan siang terpanjang dan bagi mereka yang berada di utara, ini adalah malam terpanjang. Titik balik musim dingin akan terjadi tanggal 22 Desember pukul: 10:27 WIB, ketika Matahari berada di rasi Sagittarius.

Bulan — Jupiter, 22 Desember 2023

Bulan akan berpapasan dengan Jupiter dan terpisah 2,5º di rasi Aries dan bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai lewat tengah malam. Jupiter terbenam terlebih dahulu pada pukul 01:57 WIB disusul Bulan pada pukul 02:02 WIB.

Konjungsi Inferior Merkurius, 23 Desember 2023

Konjungsi Inferior Merkurius
Konjungsi Inferior Merkurius. Kredit gambar: Langitselatan

Merkurius akan berpapasan dekat dengan Matahari di langit sehingga planet ini menghilang dan tidak akan tampak bagi pengamat di Bumi. Pada saat konjungsi inferior, Merkurius berada di antara Matahari dan Bumi, dan hanya terpisah 2,1°dari Matahari.

Saat konjungsi inferior, Merkurius berada pada posisi terdekatnya dari Bumi pada jarak 0,68 AU dari Bumi. Jika Merkurius bisa diamati, maka planet ini sangat redup dengan diameter piringan 9,9 detik busur.

Peristiwa konjungsi superior Merkurius menandai akhir kenampakan planet ini kala senja dan mulai bertransisi untuk hadir kala fajar dalam beberapa minggu lagi.

Nah, itulah tadi penjelasan tentang berbagai fenomena langit yang akan terjadi di bulan Desember tahun ini, jangan lupa cata dan persipakan diri untuk melakukan pengamatan.

Artikel Menarik Lainnya

LANGGANAN ARTIKEL

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini