Lubang Hitam Terbesar di Alam Semesta, TON 618

Ruangangkasa.com – Lubang hitam atau ‘black hole’ merupakan objek di alam semesta yang mempunyai gaya gravitasi yang sangat kuat, mampu menarik materi apapun di sekitarnya, bahkan termasuk cahaya. Selain itu, lubang hitam juga idak memantulkan atau memancarkan cahaya. Lubang hitam hanya terlihat saat memakan bintang atau awan gas yang terlalu dekat dengan batasnya. Lantas sebesar apa lubang hitam terbesar yang telah ditemukan oleh manusia?

Terima kasih telah membaca artikel ini, jangan lupa untuk berlangganan artikel!

Lubang Hitam Terbesar di Alam Semesta

lubang hitam terbesar di alam semesta
Photo by Viktor Forgacs on Unsplash

Dikutif dari dari Live Science, lubang hitam terbesar yang saat ini telah ditemukan oleh para astronom diberi nama TON 618, yang beratnya kira-kira 40 miliar massa matahari. TON 618 memiliki radius lebih dari 1.000 unit astronomi (AU), yang berarti bahwa jika lubang hitam ditempatkan di pusat tata surya, saat manusia mencapai Pluto, jaraknya akan kurang dari 5 persen dari pusat lubang hitam ke ujungnya.

Lubang hitam TON 618 terletak sekitar 18,2 miliar tahun cahaya dari Bumi. Di langit malam, ia berada di perbatasan antara konstelasi Canes Venatici dan Coma Berenices. Para astronom pertama kali melihatnya dalam survei tahun 1957 dari Observatorium Tonantzintla di Meksiko, tetapi tidak menyadari objek apa itu.

Baca juga: Lubang Hitam Misteri Jagad Raya

Para astronom awalnya mengira itu adalah bintang biru redup, tetapi pengamatan satu dekade kemudian mengungkapkan bahwa para astronom telah melihat sekilas radiasi kuat dari materi yang jatuh ke dalam lubang hitam raksasa. TON 618 memberi daya pada quasar, salah satu objek paling terang di seluruh alam semesta dengan kekuatan penerangan 140 triliun matahari.

Quasar menarik cahaya dari energi gravitasi pusat lubang hitam. Materi di sekitar lubang hitam jatuh, dan saat itu ia memadat dan memanas, melepaskan radiasi dalam jumlah besar. Sementara peristiwa individu seperti supernova paling kuat dapat secara singkat mengungguli quasar, peristiwa itu hanya berlangsung beberapa minggu.

Baca juga: Menemukan Lubang Hitam

Sebaliknya, quasar dapat bersinar selama jutaan tahun. Namun, quasar sangat jauh sehingga hanya muncul sebagai titik samar cahaya tampak, bahkan di teleskop paling kuat sekalipun, dan astronom pertama kali mendeteksinya melalui emisi radionya yang kuat.

Quasar sebenarnya adalah lubang hitam supermasif yang sedang makan. Lubang hitam supermasif menjadi sangat besar melalui kombinasi penggabungan dengan lubang hitam lain dan terus-menerus memakan materi di sekitarnya.

Bagaimana Astronom Menentukan Ukuran Lubang Hitam?

menentukan ukuran lubang hitam
Photo by Aman Pal on Unsplash

Para astronom dapat memperkirakan massa maksimum sebuah lubang hitam dengan mengambil ‘tingkat makan’ itu dan mengalikannya dengan usia alam semesta yang diketahui. Dari perhitungan bisa memberikan perkiraan massa maksimum sekitar 40 miliar massa matahari.

Penemuan lubang hitam TON 618 ini tidak hanya mencerminkan kemajuan teknologi dalam observasi astronomi, tetapi juga menggugah kembali kekaguman kita terhadap kompleksitas alam semesta. Meskipun masih banyak misteri yang harus dipecahkan, penemuan ini membuka pintu baru menuju pemahaman yang lebih dalam tentang fenomena astrofisika yang paling misterius. Seiring dengan berlanjutnya penelitian dan pengamatan tentang lubang hitam, kita mungkin akan terus disuguhi dengan temuan-temuan spektakuler yang memperkaya pengetahuan kita tentang alam semesta yang tak terbatas.

Artikel Menarik Lainnya

LANGGANAN ARTIKEL

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini