Perkiraan waktu membaca artikel ini: 5 minutes

RUANGANGKASA.COM – Sejarah mencatat, bahwa eksplorasi luar angkasa pertama kali dimulai pada tanggal 20 Juli 1969, yakni saat misi Apollo 11 diluncurkan. Misi luar angkasa Amerika Serikat yang mendaratkan manusia pertama di Bulan. Saat itu astronot yang ikut terbang adalah Neil Armstrong dan ‘Buzz’ Aldrin. Mereka berhasil mendarat di Bulan dengan sempurna. Namun, tahukah Anda bahwa manusia telah beberapa kali mengirim hewan ke luar angkasa? Seperti dilansir dari Discover Wild Life, berikut daftar hewan yang pernah terbang ke luar angkasa:

Lalat Buah (Tephritidae)

Pada tahun 1947, lalat buah menjadi hewan pertama yang dikirim ke luar angkasa. Ilmuwan asal Amerika mencoba meneliti kemungkinan paparan radiasi kosmik jika mengirim astronot di kemudian hari. Lalat buah menjadi hewan yang dipilih karena secara genetik memiliki kemiripan dengan manusia. Lalat ini diterbangkan di dalam kapsul dengan misil balistik V-2 hingga ketinggian 109 kilometer. Ketika kembali ke Bumi, kapsul berisi lalat buah mendarat dengan parasut di New Mexico. Hasilnya, lalat buah di dalam kapsul masih hidup tanpa menunjukkan paparan radiasi. Inilah awal mula pengiriman berbagai jenis binatang ke luar angkasa.

Monyet

Monyet “Albert II”

Albert II merupakan monyet spesie Rhesus ke dua yang pernah dikirim ke luar angkasa pada 14 juni 1949., untuk menggantikan Albert I yang gagal menjalankan misinya dan akhirnya tewas setelah mencapai ketinggian 63 Km pada  11 Juni 1948.

Perjalanan Albert I dianggap masih belum berhasil meluncur ke luar angkasa, karena penerbangannya masih dibawah 100 Km. Perhitungan batas garis resmi atmosfer Bumi dengan orbit luar angkasa adalah perjalanan yang mencapai jarak minimum 100 Km.

Pada akhirnya Albert II berhasil dinobatkan sebagai monyet astronot pertama yang berhasil mencapai ketinggian sejauh 134 Km dan mencapai ruang gravitasi zero. Tapi sayangnya keberhasilannya tersebut tidak bersamaan dengan usianya. Albert II yang malang tidak ditemukan karena parasutnya tidak mengembang saat kembali ke Bumi.

Albert II mendapatkan ketenarannya kembali saat NASA memberikan penghormatan sebagai hewan pertama yang berhasil menjelajah luar angkasa.

Setelah peristiwa tersebut, NASA masih tetap mencoba untuk meluncurkan para Albert lainnya antara tahun 1950-1960. Kali ini menggunakan metode lain dengan cara dibius. Tapi sayangnya dua pertiga dari monyet-monyet tersebut gagal menjalankan misinya.

Simpanse

Ham dan Enos bisa dikatakan sebagai hewan primata pertama yang berhasil melakukan jalan-jalan ke luar angkasa dengan sukses dan selamat!

Ham melakukan perjalanan pertamanya yang memorable 57 tahun yang lalu, tepatnya di 31 Januari 1961. Roket yang menjadi kendaraan tumpangannya adalah Mercury Redstone. Simpanse lucu ini berhasil melakukan tugasnya dalam hal motorik selama 16 menit 29 detik di wilayah mikrogravitasi sebelum menyelesaikan tour wisatanya.

Cerita sukses yang didapat Ham, akhirnya terjadi juga pada Enos. Astronot Enos berhasil mendapatkan ketenarannya dimata dunia setelah berhasil kembali mengorbit ke Bumi pada 29 November 1961.

*Secara keseluruhan sebanyak 32 ekor monyet dan simpanse telah dikirim ke luar angkasa. Pengiriman ini dilakukan pada tahun 1948 dan 1949.

Tikus

Tikus telah menjadi hewan percobaan di laboratorium untuk mengenal lebih jauh tentang tubuh manusia. Pengiriman tikus ke luar angkasa terjadi pada tahun 1950 dan berhasil mencapai ketinggian 137 kilometer. Namun, kegagalan parasut untuk mendarat menyebabkan tikus-tikus ini mati.

Anjing

Anjing “Laika”

Sebenarnya banyak anjing yang sempat dikirim ke luar angkasa. Namun, yang paling terkenal adalah Laika. Dia adalah hewan pertama kali yang berhasil mengelilingi bumi dengan pesawat ulang alik Sputnik 2. Pesawat ini diluncurkan pada 3 November 1957. Laika dikirim dengan persediaan makanan dan cadangan oksigen.

Anjing yang masuk dalam keturunan siberian husky ini, asalnya merupakan hewan jalanan yang terlantar di jalanan Kota Moskow. Laika dipercaya sebagai pilihan yang tepat untuk mengikuti misi percobaan ini. Pertimbangannya, anjing jalanan dianggap lebih mampu hidup pada temperatur dingin.

Tapi apa mau dikata, astronot Laika anjing yang malang itu akhirnya harus ikut hancur terbakar di atmosfer bersama dengan roket yang membawanya. Perjalanan pertamanya berakhir tragis karena Sputnik 2 gagal untuk dapat kembali mengorbit ke Bumi. Tidak dapat diketahui berapa lama Laika bertahan hidup di angkasa, sebelum ajal menjemputnya.

Akhirnya setelah kejadian yang menyedihkan tersebut, tetap ada 10 Laika  lain yang dikirim ke luar angkasa. Hingga akhirnya Yuri Gagarin sebagai manusia pertama berhasil diberangkatkan untuk menyelesaikan misinya.

Kucing

Kucing “Fellicate”

Lembaga antariksa Perancis juga pernah mengirimkan Felicette ke luar angkasa. Felix adalah seekor kucing jalanan pertama yang dikirim pada 18 Oktober 1963. Perjalanan Felicette berakhir dengan kesuksesan, karena berhasil kembali mendarat ke Bumi dengan menggunakan parasut.

Hasil dari jalan-jalan ke luar angkasa ternyata bikin astronot Felicette “The Cat” menjadi selebriti dadakan di Perancis. Wajah kecilnya nya yang bikin semua orang jatuh hati itu, akhirnya diabadikan sebagai foto perangko di beberapa negara Eropa.

Kisah bahagia Felicette sayangnya harus berakhir hanya beberapa bulan setelah kembali ke Bumi. Para ilmuwan harus menyuntik hewan malang ini dengan suntikan euthanasia agar dapat mati dengan tenang. Alasan tindakan tersebut untuk mempelajari hasil rekam otaknya selama ada di luar angkasa.

Kura-kura

Pada 15 September 1968, Rocket Zond 5 milik Lembaga Antariksa Uni Soviet menerbangkan seekor Kura-kura  di dalam misi  perjalanan luar angkasanya. Kura-kura tersebut berhasil melakukan misi tersebut hingga mampu bertahan selama enam hari mengelilingi Bulan. Saat kembali ke Planet Bumi, kondisi hewan tersebut selamat, hanya mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan.

Setelah misi keberhasilan tersebut, Uni Soviet kembali menerbangkan Kura-kura berikutnya pada November 1975 dengan Rocket Soyuz 20. Hasil dari tour of space itu pun kembali sukses, hewan tersebut berhasil hidup hingga 90 hari dan kembali kem Bumi dengan selamat. Ternyata Kura-kura memang cocok untuk menjadi astronot sejati. Terbukti dari daya tahan hidupnya yang jauh lebih panjang dari para teman-teman hewan lainnya yang pernah ke luar angkasa.

Kodok

Kodok adalah hewan amfibi yang memiliki sistem keseimbangan di dalam telinganya. Hewan ini membantu perkembangan pesawat ulang alik untuk memahami kemungkinan mabuk perjalanan pada saat mengudara.

OFO atau The Orbiting “Frog” Otolith adalah sebuah program penelitian yang dibuat NASA pada tahun 1970. Program ini bertujuan untuk melihat ketahanan fisik manusia pada saat berada di luar angkasa. Untuk itulah dikirm sepasang kodok astronot raksasa  “bullfrog”, dua kodok tersebut akhirnya dipilih untuk mengikuti misi perjalanan pertama ini pada 9-15 November 1970.

Saat berhasil kembali ke daratan Bumi, penelitian dilanjutkan untuk melihat perubahan struktur dan fungsi otak yang terjadi. Perubahan itu disebabkan oleh lingkungan yang memiliki lingkungan, suhu dan gravitasi yang berbeda.

Kadal Air

10 Kadal air liberia dikirim ke luar angkasa pada tahun 1985 dengan menumpang The Bion 7. Kadal-kadal air tersebut dikirim bersama spesimen biologi lainnya, untuk uji coba luka dan regenerasi kesembuhannya dalam ruang gravitasi.

Namun, sayangnya hewan-hewan tersebut harus dilukai salah satu kakinya untuk melihat efek dari uji coba tersebut. Surprisenya, ternyata para astronot kadal yang gagah perkasa ini malah mampu beregenerasi lebih cepat di atas sana. Kakinya yang sempat dilukai, mengalami penyembuhan lebih cepat dari yang diperkirakan.

Setelah melihat fakta tersebut, kumpulan kadal tersebut diterbangkan kembali untuk misi dan roket yang sama di periode berikutnya. Selain itu pasukan liberia ini juga terus digunakan sebagai eksperimen pada Mir Space Station di tahun berikutnya, Misi Foton-M2 (2005), Columbia (1994) dan ruang unit Jepang Flyer (1995)

Laba-laba (Arabella & Anita)

Laba-laba dikirim pada tahun 1973. Kali ini, peneliti ingin mengetahui pengaruh gravitasi terhadap fungsi biologis. Fungsi ini dites dengan menilai apakah laba-laba mampu membuat jaring di luar angkasa. Hasilnya, laba-laba berhasil membuat jaring walau hasilnya sedikit lebih tipis dibandingkan jaring di Bumi. Itu dia tujuh binatang yang pernah ke luar angkasa. Apakah mungkin hewan bisa hidup di luar angkasa?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini