Kisah Astronot Muslim Pertama Dalam Peluncuran Discovery STS-51G

RUANGANGKASA.COM – Eksplorasi ruang angkasa atau penjelajahan antariksa menjadi hal penting di abad ke 20 hingga saat ini. Berbagai negara di dunia berusaha agar bisa mencapai luar angkasa dan mengungkap misteri yang ada di dalamnya. Selama ini terdapat dua negara yang mendominasi dalam penjelajahan antariksa, yakni Amerika Serikat dengan astronotnya dan Rusia dengan kosmonotnya. Mereka berusaha menentukan siapa yang tercepat dalam perlombaan yang biasa dikenal sebagai “Space Race” atau balapan antariksa.

Terima kasih telah membaca artikel ini, jangan lupa untuk berlangganan artikel!

Pada era 1980-an, astonot dari negara lain juga ikut serta dalam misi tersebut. Tercatat, seorang asal Arab Saudi bernama Sultan bin Salman Al Saud ikut andil dalam misi penjelahan antariksa. Bersama dengan lembaga antariksa Amerika Serikat (NASA), Sultan bin Salman Al Saud terbang menuju angkasa bersama pesawat ulang alik Discovery STS-51G. Discovery lepas landas dari Kennedy Space Center, Florida pada 17 Juni 1985 dengan membawa tiga satelit komunikasi sebagai muatan utamanya. Dalam penerbangan kali ini, Al Saud sebagai spesialis muatan bersama Patrick Baudry dari Perancis. Sementara itu Daniel C Brandenstein selaku komandan, John O Creighton selaku pilot, Shannon W Lucid, Steven R Nagel, dan John M Fabian selaku spesialis misi berasal dari Amerika Serikat. Keberhasilan ini memantapkannya sebagai orang Arab Saudi pertama yang menjelajahi antariksa, sekaligus Muslim pertama dunia yang bisa meluncur ke angkasa.

Merupakan keturunan kerajaan Arab Saudi

Kisah Astronot Muslim Pertama Dalam Peluncuran Discovery STS-51G
Sultan bin Salman Al Saud berada di ruang angkasa. Image credit Americaspace
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kisah Peluncuran “Discovery STS-51G”, Bawa Astronot Muslim Pertama”, https://internasional.kompas.com/read/2019/06/17/19131561/kisah-peluncuran-discovery-sts-51g-bawa-astronot-muslim-pertama?page=all#page3.
Penulis : Aswab Nanda Prattama
Editor : Bayu Galih

Sultan bin Salman Al Saud atau Sultan bin Salman Abdulaziz Al Saud lahir di Riyadh, Arab Saudi pada 27 Juni 1956. Dia merupakan astronot warga negara Arab Saudi pertama sekaligus anggota pertama keluarga kerajaan yang bepergian ke luar angkasa. Dia mendapatkan pendidikan di Amerika Serikat dan gelar komunikasi dari University of Denver (Colorado). Setelah itu dia mendapatkan gelar master dalam ilmu sosial dan politik dari Maxwell School of Citizenship and Public Affairs di Syracuse University (New York).

Baca juga: 9 Ilmuwan Islam dalam Bidang Astronomi

Dilansir dari Britannica, setelah lulus dia bekerja di Kementerian Informasi di Arab Saudi sebagai peneliti dan menjabat sebagai wakil direktur untuk Komite Informasi Olimpiade Arab Saudi pada Olimpiade 1984 di Los Angeles. Pada 1985, ia ditugaskan sebagai perwira di Angkatan Udara Kerajaan Saudi dan bertugas sebagai pilot pesawat tempur. Tahun itu juga dia juga terpilih oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) sebagai spesialis muatan untuk misi pesawat ulang-alik STS-51G. Al Saud memulai jadwal pelatihan singkat bersama dengan awak lainnya. Dia mewakili Organisasi Komunikasi Satelit Arab (Arabsat) sekaligus melakukan demo untuk satelit ARABSAT-1B.

Kisah Astronot Muslim Pertama Dalam Peluncuran Discovery STS-51G
Kru yang tergabung dalam Discovery STS 51-G (Spacefact)

Selain satelit ini, misi itu juga membawa satelit Morelos I (Meksiko) dan Telstar 3D (AT&T Corporation). Ketiganya bisa mencapai tempat yang telah ditetapkan. Dalam misi tersebut juga membawa modul Spartan untuk percobaan astronomi. Spartan 1 memiliki bobot 140 kilogram sukses dioperasikan di antariksa. Ketika berada di luar angkasa, Al Saud melakukan serangkaian uji coba yang sebelumnya telag dirancang ilmuwan Arab Saudi. Salah satunya adalah percobaan gas terionisasi dan percobaan tentang minyak dan air ketika dicampur dalam gravitasi nol. Selain itu, Al Saud juga berkomunikasi dengan Pamannya, Raja Fahd melalui telepon dan disiarkan di saluran televisi di Timur Tengah.

Baca juga: Al-Battani, Astronom Muslim Dibalik Penentu Jumlah Hari dalam Setahun

Kembali ke Bumi

Setelah kurang lebih tujuh hari di antariksa, mereka akhirnya kembali ke bumi. Tepat pada 24 Juni 1985 pesawat sampai di Pangkalan Angkatan Udara Edwards. Setelah kembali ke Bumi, Al Saud menjadi anggota pendiri Association of Space Explorers, sebuah organisasi internasional untuk astronot dan kosmonot yang telah melakukan perjalanan ke luar angkasa. Prestasinya yang unik membawanya banyak penghargaan negara, terutama dari negara-negara Muslim dan Arab seperti Pakistan, Kuwait, Qatar, Bahrain, Maroko, dan Suriah.

*diolah dari berbagai sumber

Artikel Menarik Lainnya

LANGGANAN ARTIKEL

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini