5 Fenomena Matahari Serta Dampaknya Bagi Kehidupan Di Bumi

RUANGANGKASA.COM – Matahari sebagai pusat sistem Tata Surya menjadi dayak tarik tersendiri untuk diteliti. Terutama fenomena yang terjadi pada matahari. Beberapa fenomena diantaranya terjadi beberapa tahun hingga ratusan tahun sekali. Berikut ruangangkasa.com telah merangkum 5 Fenomena Matahari Serta Dampaknya Bagi Kehidupan di Bumi:

Terima kasih telah membaca artikel ini, jangan lupa untuk berlangganan artikel!

1. Matahari  Kembar (Parhelion)

5 Fenomena Matahari Serta Dampaknya Bagi Kehidupan Di Bumi
Parhelion Fargo, Dakota Utara. Credit wikipedia.org

Salah satu fenomena alam yang terjadi dengan matahari yaitu Matahari Kembar atau Sun Dog. Secara harfiah Sun Dog berarti Anjing Matahari. Fenomena ini berupa, terdapat lebih dari satu matahari di langit. Hal ini merupakan salah satu fenomena optik yang terjadi di langit dan terdapat cahaya lain berbentuk bulat yang berdekatan dengan matahari. Karena cahaya lain ini berbentuk bulat maka tidak heran jika orang – orang beranggapan bahwa matahari memiliki kembaran. Kembaran dari matahari ini tidak hanya satu, terkadang bisa dua atau empat cahaya. Oleh karena itu, istilah sun dog cukup tepat seperti anjing yang mengikuti tuannya dalam hal ini berupa matahari.

Bagaimana Proses Terjadinya?

Munculnya kembaran matahari tersebut tidak serta merta terjadi begitu saja. Kunci utama dari fenomena ini yaitu adanya proses pembiasan. Pembiasan atau pembelokan cahaya matahari ini terjadi saat cahaya matahari melewati kumpulan lempeng kristal es yang berbentuk heksagonal. Lempeng kristal es heksagonal ini tersusun secara horisontal yang terdapat pada awan cirrus. Awan cirrus ini letaknya cukup tinggi dan sangat dingin sehingga tidak heran jika terdapat kristal es di sana. Cahaya matahari yang dibiaskan tersebut membentuk sudut 22 derajat (jarak antara matahari dengan kembarannya) akibat dari kristal es heksagonal yang berfungsi sebagai prisma.

Dampak Dan Peristiwa Yang Pernah Terjadi

Berdasarkan penelitian, dampak yang ditimbulkan oleh fenomena matahari kembar (sun dog) ini tidak ada. Karena peristiwa ini merupakan salah satu kejadian optik yang alami dan jarang terjadi. Peristiwa ini pernah terjadi di Indonesia tepatnya pada Oktober 2018 di Kepulauan Riau di mana terdapat 4 matahari. Tidak hanya di Kepulauan Riau, fenomena matahari kembar ini juga pernah terjadi di Tarakan, Kalimantan Utara (akhir tahun 2015) dan Cilacap (tahun 2016).

2. Halo Matahari

5 Fenomena Matahari Serta Dampaknya Bagi Kehidupan Di Bumi
Fenomena Halo Matahari. Credit wikipedia.org

Sama halnya dengan fenomena matahari kembar, fenomena halo matahari juga merupakan salah satu fenomena optik yang terjadi di atmosfer. Halo matahari ini adalah peristiwa munculnya lingkaran cahaya yang mengelilingi matahari. Lingkaran cahaya ini akan terlihat seperti pelangi jika di lihat dari posisi kita saat melihat fenomena ini.

Bagaimana Proses Terjadinya?

Kristal es yang terdapat di awan cirrus ini berfungi sebagai prisma dan memberikan efek halo pada matahari. Awan cirrus ini berada di sekitar 3 sampai 6 mil di atas lapisan troposfer. Sinar matahari yang melewati kristal es tersebut hanya dibiaskan tanpa dipantulkan kembali. Hasil pembiasan akan muncul lingkaran berwarna putih, ada akan muncul seperti pelangi jika awan cirrus sedikit lebih tebal.

Baca juga: Gerhana Matahari Hibrida

Dampak Dan Peristiwa Yang Pernah Terjadi

Sama halnya dengan fenomena matahari kembar. Halo matahari tidak memiliki dampak apapun dan peristiwa ini sering terjadi di berbagai tempat di belahan bumi. Fenomena halo matahari ini pernah terjadi di Indonesia yaitu pada September 2008 di Medan, Padang dan Bogor pada tahun 2010, Yogyakarta tahun 2011 dan yang terbaru yaitu di Jawa Tengah bagian barat pada Februari 2019.

3. Gerhana Matahari Total 

5 Fenomena Matahari Serta Dampaknya Bagi Kehidupan Di Bumi
Gerhana matahari total terjadi ketika bulan menutupi matahari sepenuhnya, seperti terlihat di gambar gerhana matahari 1999 ini. Tonjolan matahari terlihat di tepi matahari (berwarna merah) dan korona terlihat berwarna putih. Credit wikipedia.org

Gerhana Matahari Total ini merupakan fenomena yang jarang terjadi. Gerhana matahari akan terjadi saat Matahari, Bulan dan Bumi berada di dalam satu garis lurus atau disebut dengan Syzygy. Pada gerhana matahari total, akan berlangsung 3 peristiwa, yaitu gerhana matahari cintin, gerhana matahari sebagian lalu gerhana matahari total.

Bagaimana Proses Terjadinya?

Proses terjadinya gerhana matahari total ini ketika posisi Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari. Matahari tertutup seluruh permukaannya oleh Bulan. Saat peristiwa ini terjadi, ukuran Bulan seolah – olah sama atau bahkan lebih besar dari ukuran Matahari. Gerhana matahari total ini hanya terjadi di permukaan bumi yang terkena bayangan inti atau umbra bulan. Sehingga waktu terjadinya gerhana matahari total hanya berlangsung kurang lebih 7 menit.

Dampak Dan Peristiwa Yang Pernah Terjadi

Efek atau dampak yang ditimbulkan oleh gerhana matahari total ini cukup berbahaya. Terutama saat melihatnya dengan mata secara langsung. Akan terjadi kerusakan permanen pada retina. Selain itu, akan terjadi perubahan pada suhu bumi(suhu turun), angin menjadi kencang, tekanan udara turun, dan meningkatkan kekeruhan udara. Namun, tidak perlu khawatir sebab hal ini tidak berlangsung lama. Gerhana matahari total ini pernah terjadi di Indonesia pada tanggal 9 Maret 2016 dan diperkirakan akan terjadi lagi pada tahun 2023.

4. Gerhana Matahari Cincin

5 Fenomena Matahari Serta Dampaknya Bagi Kehidupan Di Bumi
Gerhana matahari cincin (Mei 2012) terjadi ketika bulan tidak cukup besar untuk menutupi seluruh matahari, sehingga matahari tampak sebagai “cincin” cahaya di sekeliling bulan. Credit wikipedia.org

Fenomena matahari berikutnya yaitu Gerhana Matahari Cincin. Kejadian ini cukup langka untuk terjadi lagi di lokasi yang sama setiap tahunnya. Sama seperti gerhana matahari total, gerhana matahari cincin ini terjadi di siang hari dan pada saat posisi Bulan berada di antara Matahari dan Bumi dalam satu garis lurus. Yang membedakannya yaitu posisi bulan yang berjarak cukup jauh dari bumi, sehingga matahari hanya tertutup sebagian saja.

Baca juga: Pembuktian Bahwa Bumi Mengelilingi Matahari 

Bagaimana Proses Terjadinya?

Saat gerhana matahari cincin ini terjadi, jarak antara bayangan bulan dengan permukaan bumi cukup jauh. Akibatnya, bulan hanya menutupi sebagian dari matahari sedangkan sisanya memunculkan cahaya matahari yang berbentuk cincin. Waktu maksimal untuk terjadinya gerhana matahari cincin ini kurang lebih 12 hingga 30 detik.

Dampak Dan Peristiwa Yang Pernah Terjadi

Dampak yang ditimbulkan dari fenomena ini kurang lebih sama seperti gerhana matahari total. Jika kita melihat secara langsung dengan mata telanjang efek yang dihasilkan tidak terlalu berbahaya seperti saat terjadi gerhana matahari totol. Namun, ada baiknya jika kita menggunakan kaca mata yang memang khusus untuk melihat gerhana matahari. Peristiwa ini akan terjadi di Indonesia tepatnya di Riau dan diprediksi akan terjadi pada 26 Desember 2019 nanti. Sebelumnya fenomena ini juga pernah terjadi pada 1 September 2016 yang hanya melintasi beberapa daerah saja seperti Kep. Mentawai, Sumatera Barat, sebagian Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, dan pulau Jawa.

5. Kulminasi Matahari

5 Fenomena Matahari Serta Dampaknya Bagi Kehidupan Di Bumi
Tugu Khatulistiwa Pontianak

kulminasi sangat erat kaitannya dengan fenomena equinox yang juga memiliki hubungan dengan pusat tata surya kita yaitu matahari. Kulminasi bisa dikatakan sebagai fenomena alam saat matahari tepat berada pada posisi paling tinggi di langit. Fenomena kulminasi yang memiliki nama lain transit atau peristiwa yang terjadi saat matahari berada tepat di atas kepala pengamat, posisi ini juga disebut sebagai titik zenith. Kulminasi terjadi sebagai akibat dari revolusi bumi saat mengitari matahari yang berdampak pada gerakan semu matahari.

Terdapat kejadian di mana deklinasi matahari yaitu jarak atau ketinggian dari garis ekuator sama dengan lintang pengamat. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan kulminasi utama. Saat fenomena kulminasi utama terjadi, matahari berada tepat di titik zenith atau di atas kepala pengamat.

Penyebab Dan Dampak Kulminasi Matahari

Kita tahu jika bidang rotasi bumi atau ekuator bumi tidak berhimpit dengan bidang revolusi bumi. Sehingga mengakibatkan posisi matahari dengan bumi akan terlihat berubah – ubah sepanjang tahun. Hal tersebut terlihat jelas terutama pada daerah 23,5 LU sampai dengan 23,5 LS dan gerakkan tersebut lebih dikenal dengan nama gerak semu tahunan matahari.

Ketika terjadi fenomena kulminasi matahari, bayangan yang berasal dari benda tegak ataupun tubuh kita akan menghilang. Bayangan akan berada tepat di bawah atau bertumpu dengan benda maupun tubuh kita sendiri. Hal ini disebabkan karena posisi matahari tepat berada di atas sehingga membuat seolah – olah tidak mempunyai bayangan.

Baca juga: Menyambut Seabad Astronomi Modern Indonesia dan Hadirnya Gerhana Matahari Total

Hari di mana fenomena kulminasi matahari terjadi juga dikenal dengan nama lain yaitu hari tanpa bayangan. Kulminasi matahari hanya terjadi di wilayah atau daerah yang dilewati atau tepat berada di bawah garis khatulistiwa. Di Indonesia, fenomena ini bahkan terjadi dua kali dalam setahun, dan tempat yang mengalami fenomena kulminasi antara lain Pontianak, Bonjol, Amberi, Kepulauan Kayoa dan lain sebagainya. Selain di Indonesia, fenomena kulminasi juga terjadi di beberapa negara lain, yaitu Zaire (Uganda), Kenya, Somalia, Afrika, Equador, Brazil, Peru, Columbia, dan Peru.

Kulminasi di Indonesia tidak terjadi dalam waktu yang bersamaan di setiap tempat, hal ini bergantung dari posisi matahari. Selain itu, dampak dari fenomena kulminasi juga menyebabkan durasi atau lamanya waktu di siang hari akan sama dengan durasi pada malam hari. Kulminasi juga menandakan awal perubahan iklim di Indonesia yaitu peralihan musim hujan ke musim kemarau (21 – 23 Maret), kesulitan atau gangguan sinyal, hingga gangguan cuaca di antariksa yang cukup ekstrim.

Fenomena Kulminasi di Indonesia

Sebagai salah satu kota yang dilewati oleh garis khatulistiwa, kota Pontianak sudah tidak asing dengan fenomena kulminasi matahari. Saat peristiwa ini terjadi, pada tanggal 21 Maret 2019 sebagian besar masyarakat akan datang untuk mengunjungi Komplek Tugu Khatulistiwa Pontianak. Mereka bersama – sama datang untuk menyaksikan fenomena alam yang hanya terjadi dua kali setahun, tepatnya setiap tanggal 21 – 23 Maret dan 21 – 23 September. Dan kota Pontianak sudah rutin mengadakan kegiatan tersebut setiap tahunnya.

Pada saat kulminasi terjadi, bayangan tugu yang berada di Komplek Tugu Khatulistiwa Pontianak akan hilang selama beberapa detik saat matahari berada tepat di atas. Tidak hanya tugu saja, benda – benda lain di sekitar juga mengalami kejadian serupa. Peristiwa ini akan terjadi biasanya terjadi pada tengah hari atau kurang lebih pada pukul 12 siang.

Begitulah tadi ulasan tentang 5 Fenomena Matahari Serta Dampaknya Bagi Kehidupan di Bumi. Sekarang sudah paham dan mengertikan tentang fenomena yang terjadi pada matahari, yang setiap pagi hingga petang selalu menyinari Bumi kita ini. Semoga bermanfaat ya.

*diolah dari berbagai sumber

Artikel Menarik Lainnya

LANGGANAN ARTIKEL

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini